Gaza, NPC – Dokter Lintas Batas atau Médecins Sans Frontières (MSF) menghentikan produksi masker khusus cetak 3D untuk pasien dengan luka bakar wajah parah di Gaza. Langkah ini terpaksa diambil menyusul pembatasan pasokan medis yang menghalangi organisasi tersebut mendapatkan bahan-bahan vital.
MSF memperingatkan bahwa anak-anak berisiko mengalami disabilitas permanen akibat kelangkaan ini, yang terjadi di tengah pengetatan aturan terhadap lembaga-lembaga kemanusiaan yang beroperasi di Gaza. Sebelumnya, pada Desember 2025, otoritas Israel mencabut pendaftaran MSF beserta 37 LSM internasional lainnya, yang memicu kekhawatiran besar atas kelangsungan penyaluran bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut.
“Kami memproduksi masker cetak 3D terakhir untuk korban luka bakar parah di Gaza pada 14 Oktober 2026. Pembatasan dan blokade barang-barang penting oleh otoritas Israel membuat kami tidak lagi dapat mendukung pasien yang mengalami cedera dan luka bakar parah di wajah,” ungkap Manajer Fisioterapi MSF, dr. Feras Swairjo.
Kepada Arab News, MSF menjelaskan bahwa banyak pasien di Gaza menderita luka bakar parah akibat serangan udara Israel, sementara yang lainnya terluka akibat kecelakaan saat memasak di tenda-tenda pengungsian yang padat atau menggunakan api unggun.
“Tanpa masker khusus ini, pasien menghadapi risiko cacat wajah permanen dan disabilitas yang dapat mengganggu kemampuan mereka untuk bergerak, melihat, bahkan bernapas secara normal,” tulis MSF dalam laporannya.
Lembaga kemanusiaan tersebut menegaskan bahwa mereka memiliki keahlian medis serta kapasitas yang memadai untuk memberikan perawatan di Gaza. Namun, mereka kekurangan bahan dasar akibat terbatasnya akses dan pasokan sumber daya ke wilayah tersebut.
“Blokade terhadap perlengkapan medis vital ini berisiko menyebabkan anak-anak menderita disabilitas seumur hidup yang sebenarnya dapat dicegah. Ini adalah krisis buatan manusia yang seharusnya bisa diselesaikan hari ini,” tegas Swairjo.
Pada April lalu, MSF melaporkan bahwa anak-anak menyumbang 85 persen dari total 88 pasien aktif yang menerima perawatan luka bakar wajah parah di Gaza. MSF juga menekankan bahwa mereka merupakan satu-satunya penyedia masker fisioterapi cetak 3D di kawasan tersebut, sehingga penangguhan produksi ini menjadi kabar buruk bagi pasien yang bergantung pada perawatan khusus.
Masker cetak 3D ini dirancang secara individual menggunakan pemindaian 3D pada wajah pasien untuk memberikan tekanan yang terkontrol dan konsisten pada jaringan kulit yang sedang dalam masa penyembuhan. Perawatan ini berfungsi mencegah timbulnya bekas luka hipertrofik dan kontraktur (pengetatan kulit dan jaringan)—suatu kondisi yang dapat membatasi pergerakan wajah serta mengganggu fungsi vital seperti bernapas dan melihat.
Atas kondisi ini, MSF mendesak otoritas Israel untuk segera membuka akses tanpa batas bagi masuknya bahan-bahan medis yang dibutuhkan pasien, serta memperingatkan bahaya konsekuensi serius jika cedera-cedera tersebut dibiarkan tanpa penanganan.
(T.RA/S: The Arab News)
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!