Tel Aviv, NPC – Pemimpin Partai Demokrat Israel, Yair Golan, memperingatkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpotensi memanfaatkan serangan militer baru terhadap Iran untuk mempertahankan kekuasaannya di tengah kebuntuan politik setelah pemilu parlemen pekan lalu.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Minggu (1/11/2026), Golan mengatakan kemungkinan pecahnya kembali perang dengan Iran semakin besar. Ia menilai serangan konfrontasi militer dengan Teheran menunjukkan kegagalan Netanyahu dalam menangani persoalan keamanan Israel. “Kemungkinan terjadinya pertempuran baru dengan Iran semakin meningkat,” tulis Golan.
Ia juga menilai Netanyahu tidak memiliki legitimasi moral maupun kapasitas dasar untuk memimpin Israel menghadapi konflik baru dengan Iran. Karena itu, Golan mendesak pembentukan pemerintahan alternatif secepat mungkin. Menurutnya, pembentukan pemerintahan baru adalah wajib karena keamanan Israel dan keselamatan warganya dipertaruhkan di bawah kepemimpinan Netanyahu.
Peringatan Golan disampaikan menyusul laporan sejumlah media Israel dan Amerika Serikat mengenai kemungkinan serangan baru Israel dan Washington terhadap Iran pasca pemilu paruh waktu Kongres AS pada Selasa (3/11/2026).
Situasi politik Israel semakin tidak menentu setelah pemilu parlemen pada 27 Oktober lalu tidak menghasilkan mayoritas yang cukup bagi kubu Netanyahu maupun partai-partai oposisi untuk membentuk pemerintahan.
Hasil sementara menunjukkan kubu Netanyahu memperoleh 53 kursi di Knesset yang memiliki 120 anggota. Sementara itu, partai-partai oposisi Yahudi meraih 48 kursi dan partai-partai Arab Palestina memperoleh 19 kursi.
Tidak satu pun koalisi mencapai 61 kursi yang dibutuhkan untuk memperoleh mayoritas parlemen. Kondisi tersebut membuka sejumlah kemungkinan, termasuk pembentukan pemerintahan yang mendapat dukungan partai-partai Palestina, pemerintahan persatuan nasional, atau penyelenggaraan pemilu ulang.
Selain menghadapi kebuntuan politik, Netanyahu juga masih menjalani persidangan kasus korupsi yang mencakup tuduhan penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan kepercayaan. Jika terbukti bersalah, ia terancam hukuman penjara.
Sejak 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam perang Israel di Jalur Gaza yang dimulai pada Oktober 2023.
Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.
Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!