Jet Tempur Israel Bombardir Apartemen di Gaza, 5 Warga Palestina Tewas Termasuk Akademisi dan Relawan Gereja

Gaza, NPC – Lima warga Palestina, termasuk empat wanita, tewas dan beberapa lainnya terluka ketika pasukan Israel membom sebuah apartemen hunian di lingkungan Al-Rimal, barat Kota Gaza, pada Sabtu (3/10/2026) dini hari.

Quds News Network melaporkan bahwa serangan tersebut menargetkan lantai dasar gedung Al-Asala 1 dekat Bundaran Haidar Abdel Shafi. Rumah Sakit Al-Shifa mengonfirmasi kepada kantor berita Anadolu bahwa korban tewas terdiri dari empat wanita dan seorang pria muda.

Para korban diidentifikasi sebagai:

  1. Maysa Khader Abu Daoud (dikenal sebagai ‘Um Michel’)
  2. Mary Hafez Abu Daoud (putri Maysa, dikenal sebagai ‘Um Fouad’)
  3. Yasmin Khamis al-Boubou (akademisi)
  4. Halloum al-Boubou (ibu Yasmin)
  5. Bilal Awda (seorang pemuda)

Sumber lokal dan saksi mata mengatakan kepada Anadolu bahwa pesawat tempur Israel menembakkan setidaknya dua rudal ke apartemen tersebut hingga hancur dan memicu kebakaran, serta menyebabkan kerusakan luas pada rumah-rumah di sekitarnya.

Putra Mary yang berusia 14 tahun, Fouad al-Najjar, menceritakan bahwa gedung tersebut dihantam sekitar pukul 01.30 pagi. “Nenek dan ibuku meninggal. Semoga Allah mengasihani mereka,” tuturnya. Fouad menyerukan agar perang Israel segera diakhiri. “Kami kelelahan oleh perang ini dan telah menanggung begitu banyak hal. Selama hampir tiga tahun, kita telah menjalani kehancuran yang sama, kesedihan yang sama, dan perang yang sama.”

Serangan itu terjadi meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang masih berlangsung, sementara pasukan Israel terus melakukan penembakan artileri dan operasi pembongkaran di seluruh Gaza.

Pelayanan Komunitas Kristen Palestina

Maysa dan Mary adalah anggota aktif komunitas Kristen Palestina di Kota Gaza. Menurut Komite Presiden Tinggi Palestina untuk Urusan Gereja, keduanya mendedikasikan waktu mereka untuk membantu jemaat dan warga yang mengungsi di Gereja Keluarga Kudus (Holy Family Church). Ketua komite, Ramzi Khoury, menggambarkan kematian mereka sebagai kehilangan yang sangat menyakitkan bagi gereja dan jemaat.

Pemakaman mereka berlangsung pada hari Sabtu di Gereja Saint Porphyrius, Kota Tua Gaza, yang dihadiri oleh kerabat, anggota komunitas Kristen, dan penduduk Palestina lainnya. Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, turut menyampaikan belasungkawa.

Fouad menegaskan bahwa serangan tersebut tidak membedakan latar belakang agama. “Pendudukan tidak membedakan antara Muslim dan Kristen. Saya pribadi telah kehilangan banyak kerabat dan teman, baik Muslim maupun Kristen,” ujarnya. Pendeta Lutheran Palestina, Munther Isaac, menanggapi peristiwa ini melalui unggahan di X: “Genosida terus berlanjut di Gaza.”

Dosen Universitas Gugur Bersama Ibunya

Korban lainnya, Yasmin Khamis al-Boubou, adalah akademisi yang bekerja di Departemen Multimedia di College of Intermediate Studies, Universitas Palestina di Gaza. Ia sebelumnya memimpin departemen tersebut dan mengawasi berbagai kegiatan akademik bagi mahasiswa.

Yasmin memegang gelar sarjana dalam sistem informasi komputer manajemen dari Al-Quds Open University serta tiga gelar magister di bidang manajemen & sistem informasi, ilmu komputer & teknologi informasi, serta pembangunan berkelanjutan. Hingga September 2021, ia tercatat sebagai kandidat doktor di bidang ilmu komputer dan kecerdasan buatan (AI).

Komunitas akademisi Palestina berduka atas gugurnya Yasmin dan ibunya, Halloum. Penghormatan mengalir dari berbagai pihak, termasuk akademisi Louay Jouda, Iyad al-Qarra, serta Ketua Euro-Med Human Rights Monitor, Ramy Abdu.

Gugurnya Yasmin menambah panjang daftar kerugian besar yang dialami dunia pendidikan Gaza. Dalam laporan Pusat Hak Asasi Manusia Palestina yang diterbitkan pada 28 September 2026, telah terdokumentasi kematian sekitar 194 intelektual dan akademisi, serta lebih dari 830 guru dan pekerja pendidikan sejak awal konflik.

Data Palestina terbaru mengestimasi total korban akibat agresi Israel di Gaza telah mencapai lebih dari 74.000 jiwa tewas dan 175.000 terluka sejak Oktober 2023, dengan sekitar 90 persen infrastruktur wilayah tersebut mengalami kerusakan.

(T.RA/S: Palestine Chronicle)

You might also like