Akibat Blokade Israel, Lebih dari 2.000 Pasien Gaza Gugur Akibat Tak Kunjung Dapat Rujukan Medis

Jalur Gaza, NPC – Blokade dan pembatasan evakuasi medis Israel mengancam nyawa sekitar 18.500 hingga 20.000 pasien dan korban agresi di Jalur Gaza yang membutuhkan pengobatan di luar wilayah tersebut.

Juru bicara Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa, Khalil Al-Daqran, mengungkap bahwa layanan kesehatan di Gaza berada dalam kondisi kritis akibat krisis obat-obatan, peralatan medis, perlengkapan laboratorium, dan kekurangan tenaga medis. WHO mencatat seluruh 36 rumah sakit di Gaza mengalami kerusakan, sementara hanya 19 dari 36 rumah sakit yang masih berfungsi parsial sejak pertengahan 2026.

Dalam laporan yang dikutip Pusat Informasi Palestina pada Selasa (27/10/2026), 2.027 pasien dilaporkan meninggal dunia saat menunggu rujukan medis atau evakuasi sejak Oktober 2023.

WHO mencatat 793 serangan terhadap layanan kesehatan di Gaza hingga 11 September, berdasarkan data yang dikutip Human Rights WatchWHO juga menyatakan hambatan utama pemulihan fasilitas kesehatan adalah kekurangan peralatan medis dan obat-obatan.

OCHA mencatat lebih dari 13.800 pasien telah dievakuasi dari Gaza sejak Oktober 2023, termasuk 3.423 pasien sejak gencatan senjata Oktober 2025. Namun, sekitar 20.000 orang masih membutuhkan rujukan, diantaranya adalah 556 pasien penyakit ginjal yang dilaporkan meninggal dunia sejak awal agresi.

Kantor Media Pemerintah Palestina di Jalur Gaza  menyebut sekitar 5.803 anak yang sedang sakit menunggu rujukan medis di luar Gaza. 650.000 anak menghadapi risiko kematian akibat kelaparan dan kekurangan gizi.

Al-Daqran mendesak organisasi internasional menekan Israel agar mengizinkan akses masuk obat-obatan dan peralatan medis, serta mendukung pemulihan fasilitas kesehatan yang rusak. Ia menegaskan keterlambatan penanganan medis telah menyebabkan kematian pasien setiap hari.

Memasuki musim dingin, kondisi pasien dan pengungsi diperkirakan semakin berat. Suhu dingin memperburuk keadaan warga yang tinggal di tenda darurat, sementara rumah sakit yang masih beroperasi harus menangani pasien dengan kapasitas dan persediaan medis yang sangat terbatas.

(T.RS/S:Palinfo)

You might also like
Hangatkan Palestina

Ayo bantu hangatkan anak-anak Palestina menjelang musim dingin tahun ini.

Promo Jangan Tampilkan Lagi Bantu Sekarang!