Tepi Barat, SPNA – Dikutip dari salah satu Badan Hak Asasi Manusia, sejak awal tahun militer Israel telah melakukan pengkapan terhadap 750 warga Palestina Yerusalem.
Komite Perlindungan Tahanan Palestina dalam laporannya, Minggu (31/05), melaporkan sejak awal tahun 2020 militer Israel telah menangkap sebanyak 750 orang dari warga Kota Yerusalem. Korban penangkapan acak tersebut berasal dari golongan bervariasi. Termasuk anak-anak, perempuan, pejabat pemerintahan dan aktivis.
Aktivitas penangkapan tersebut terus berlangsung meski di tengah pandemi Corona. Sejak bulan Maret militer zionis tercatat telah menangkapn sebanyak 300 warga Yerusalem.
Penangkapan tersebut dipercaya terus dilakukan untuk melucuti semangat warga yang ingin mempertahankan hak-hak mereka dari tangan penjajah. Termasuk semangat untuk mempertahankan Masjid Al-Aqsa dari misi Yahudisasi Israel.
Sebagian besar korban adalah para aktivis Masjid Al-Aqsa. Mereka mendapatkan hukuman tidak boleh mendatangi Al-Aqsa untuk beberapa tempo waktu tertentu.
Dikutip dari Skynewsarabia, Minggu (31/05) kemarin, Masjid Al-Aqsa telah dibuka kembali setelah ditutup selama hampir tiga bulan akibat Corona. Pembukaan gerbang Masjid Al-Aqsa disambut girang oleh puluhan warga sembari mengumandangkan takbir.
(T.HN/S: Qudsn)