Peace Now: Israel Keluarkan Tender Pembangunan 1000 Lebih Hunian Ilegal di Palestina

Yerusalem, NPC – Organisasi Israel anti permukiman ilegal, Peace Now, pada Jumat (24/03/2023), mengungkapkan bahwa pemerintah otoritas pendudukan Israel telah mengeluarkan tender pembangunan permukiman ilegal di Tepi Barat dan Yerusalem, yang bertentangan dengan komitmennya pada KTT Sharm El-Sheikh.

Peace Now mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemerintah Israel telah mengeluarkan tender untuk 1.029 unit rumah, 940 unit rumah baru di permukiman ilegal Efrat dan Beitar Illit di Tepi Barat dan sebanyak 89 di permukiman ilegal Gilo di Yerusalem Timur.

“Pembangunan permukiman ilegal ini bertentangan dengan komitmennya pada KTT Sharm El-Sheikh,” kata Peace Now.

Peace Now menyatakan bahwa hal tersebut adalah tindakan berbahaya dan tidak perlu. Peace Now menyebut bahwa pemerintah Israel telah menghkhianati demokrasi.

“Pemerintah sayap kanan paling ekstrem dalam sejarah negara ini bukan hanya menginjak-injak demokrasi tetapi juga kemungkinan mencapai kesepakatan politik di masa depan, dan hubungan kita dengan Amerika Serikat, serta negara-negara sahabat. Kebohongan dan pelanggaran komitmen (KTT Sharm El-Sheikh) ini adalah cara pasti untuk mengubah Israel menjadi negara yang terisolasi,” sebut Peace Now.

Berdasarkan hukum internasional, Tepi Barat dan Yerusalem merupakan wilayah pendudukan, dan semua kegiatan pembangunan permukiman di atas tanah Palestina tersebut adalah tindakan ilegal dan bertentangan dengan hukum internasional.

Peace Now merupakan gerakan Israel terbesar dan terlama yang mengadvokasi perdamaian melalui tekanan publik. Di bawah misi mencapai kesepakatan damai antara Israel dan tetangganya, Peace Now saat ini bekerja untuk memastikan Israel menerima satu-satunya solusi yang layak untuk konflik Israel-Palestina: dua negara, yang berarti pembentukan negara Palestina bersama Israel. Kegiatan Peace Now dimaksudkan untuk memastikan bahwa isu-isu yang terkait dengan perdamaian Palestina Israel tetap menjadi agenda politik dan wacana publik.

(T.FJ/S: RT Arabic)

You might also like