Pasukan Israel Ancam “Pengarak Beduk Sahur” di Al-Quds

Al-Quds, SPNA – Seorang warga Palestina, yang bertugas membangunkan umat Islam untuk makan sahur selama bulan Ramadhan, mendapat ancaman penangkapan oleh pasukan keamanan Israel, kantor berita Wafa melaporkan.

Adalah Areen Zaaneen, warga lingkungan Wadi Al-Joz dekat Masjid Al-Aqsa, terpaksa menghentikan pekerjaannya. Dia diberitahu bahwa pasukan keamanan Israel akan menangkap dan mendendanya jika dia ditemukan berjalan di jalan-jalan kota al-Quds pada subuh hari.

Menjadi pengarak beduk sahur atau dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah Musharati, Zaaneen bertugas memukul genderang untuk membangunkan umat Islam, sejak sebelum subuh hingga waktu sahur. Saksi mata mengatakan, dia dilecehkan karena melakukan pekerjaan yang oleh warga Palestina dianggap sebagai warisan budaya.

“Ancaman ini merupakan perpanjangan dari perang terbuka oleh pendudukan Israel di kota suci, warganya dan identitas budayanya,” kata Otoritas Palestina. “Ini adalah upaya untuk mengakhiri kehadiran warga Palestina di al-Quds (Yerusalem) sambil mengubahnya menjadi kota Yahudi Israel dengan mengubah karakteristiknya dan mendorong penduduk (Palestina) untuk pergi.”

Tentara Israel mulai menangkap para pengarak beduk sahur pada 2018, setelah pemukim Yahudi ilegal mengajukan keluhan tentang kebisingan.

“Pengakuan oleh Presiden AS Donald Trump atas Yerusalem sebagai ibukota pendudukan dan pemindahan Kedutaan Besar AS ke kota itu telah menjadi lampu hijau bagi otoritas pendudukan untuk meningkatkan permukiman (ilegal) dan Yahudisasi Yerusalem yang diduduki,” PA menambahkan. “Ini termasuk serangan provokatif yang berkelanjutan terhadap situs suci Islam dan Kristen.”

(T.RA/S: MEMO)

You might also like