Pagar Masjid Al-Aqsa dan Usaha Israel untuk Meruntuhkannya

Yerusalem, NPC –  Salah satu poin besar dari kasus Palestina adalah usaha Israel untuk merebut Masjid Al-Aqsa. Satu per satu rencana yahudisasi terhadap kiblat pertama umat Islam itu terus dijalankan oleh pihak penjajah. Di antaranya adalah dengan memutar balikkan fakta sejarah serta membuat cerita-cerita tidak mendasar, demi menipu generasi muda.

Dari itu, mengenal lebih detail tantang Masjid Al-Aqsa sudah menjadi kewajiban setiap muslim. Masjid yang pertama kali dibangun oleh Nabi Adam as. tersebut, dilingkungannya terdapat lebih dari 200 bangunan penting yang mencatat sejarah Islam lintas masa.

Salah satu pilar penting dari Masjid Al-Aqsa adalah pagarnya, atau dalam bahasa Arab disebut as-sur.

Pagar Al-Aqsa adalah bangunan yang mengelilingi sekitar 114 ribu meter persegi lahan dari Kota Tua, Al-Quds. Setiap jengkal dari tanah yang berada di dalam pagar itu disebut Masjid Al-Aqsa.

Peneliti Palestina, Ihab Jallad, mengatakan bahwa sejarah pembangunan pagar Al-Aqsa kembali ke masa Nabi Isa as. Kemudian terus mengalami perbaikan pada masa-masa selanjutnya hingga menjadi seperti bentuk yang sekarang ini.

Aktivitas perbaikan dan pembaharuan terhadap pagar Al-Aqsa paling aktif berlangsung pada masa Kesultanan Utsmani.

Pagar Al-Aqsa dibangun untuk melindungi kesucian Masjid, sekaligus menjadi benteng ketika mendapat serangan dari musuh.

Bangunan yang terdiri dari susunan batu-batu balok besar itu memiliki ketinggian rata-rata 12 meter.

Untuk memudahkan akses jemaah, pagar Al-Aqsa  secara keseluruhan didesain memiliki lima belas gerbang. Namun yang masih terbuka hanya sepuluh gerbang saja, yaitu; 1) Bab Al-Asbath, 2) Hittah, 3) Al-‘Atam, 4) Al-Ghawanimah, 5) An-Nadhir, 6) Al-Hadid, 7) Al-Muthahharah, 8) Al-Qathanin, 9) As-Silsilah, dan 10) Al-Magharibah.

Sedangkan lima lainnya, yaitu; 1) Gerbang Ats-Tsulasi, 2) Al-Muzdawij, 3) Al-Mufrad, 4) Ar-Rahmah, dan 5) Al-Janaiz, sudah ditutup total dengan berbagai alasan yang berbeda.

Galian Bawah Tanah Israel Melemahkan Fondasi Pagar Al-Aqsa

Dikutip dari Alresalah.ps, Abdullah Makruf, pengkaji sejarah dan situs Yerusalem, mengatakan Israel terus berusaha melakukan galian ilegal di bawah pagar Al-Aqsa untuk melemahkan fondisinya.

Dalam artikel yang diposting pada tanggal 15 Agustus 2022 itu, Abdullah mengatakan bahwa aktivitas Israel telah menyebabkan sebagian batu pagar berjatuhan.

Hal itu tidak hanya terjadi pada periode ini saja, tambahnya. Penggalian yang sangat mengancam keberadaan Masjid Al-Aqsa tersebut sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir. Bahkan sempat terjadi pembengkakan sekitar 30 meter di bagian pagar sebelah selatan akibat galian pada tahun 2021.

“Ini bukti kongkrit bahwa Israel memiliki niat untuk mengosongkan fondasi pagar dan bahkan bangunan Masjid secara keseluruhan, demi menempatkan Masjid Al-Aqsa di depan ancaman keruntuhan yang bisa terjadi kapan saja.” Ucap Abdullah.

(HN)

You might also like