Lawan COVID-19, Turki Kirim Bantuan untuk Palestina

Ramallah, SPNA – Badan bantuan pemerintah Turki, Jumat (24/04/2020), menyerahkan bantuan medis untuk Palestina. Bantuan ini ditujukan untuk membantu negara tersebut melawan pandemi virus corona.

Lembaga Kerjasama dan Koordinasi Turki (TIKA) mengirimkan paket perawatan medis kepada pejabat kesehatan Palestina dalam sebuah upacara di gedung Kementerian Kesehatan di Ramallah.

Lembaga ini menyediakan alat tes COVID-19, masker, pakaian pelindung dan peralatan dasar lainnya kepada kementerian.

Dalam upacara tersebut, Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaileh menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah dan rakyat Turki atas bantuan tersebut.

Dalam penyataannya, koordinator TIKA Palestina Ahmet Refik Cetinkaya menggarisbawahi persahabatan antar kedua negara, dengan mengatakan bahwa Turki akan selalu ada untuk rakyat Palestina dalam perjuangan mereka melawan pendudukan Israel.

Turki menyambut seruan Palestina untuk bantuan medis dan keuangan dalam perang melawan pandemi, menurut sebuah pernyataan resmi pada hari Kamis (23/04/2020).

Dalam pernyataannya, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al-Maliki mengatakan bahwa Turki mengumumkan paket bantuan untuk Palestina dalam pertemuan Organisasi Kerja sma Islam (OKI).

Pada hari Rabu (22/04/2020), OKI menggelar pertemuan luar biasa untuk mendiskusikan langkah-langkah melawan pandemi corona.

Sejak 2006, Israel telah memberlakukan blokade atas Jalur Gaza, tempat di mana hampir 2 juta orang hidup. Langkah ini menyebabkan Gaza menghadapi kondisi ekonomi, pendidikan dan kesehatan yang suram.

Terdapat 480 kasus COVID-19 di Palestina, dimana 2 pasien meninggal.

Virus corona baru telah menyebar di 185 negara dan wilayah sejak awal kemunculannya pada Desember lalu di Wuhan, Cina. Eropa dan Amerika Serikat menjadi wilayah sangat terpukul akibat pandemi ini.

Saat ini, tercatat lebih dari 2,78 juta kasus COVID-19 di seluruh dunia. Sebanyak 194.000 pasien meninggal dan lebih dari 765.000 lainnya sembuh, menurut angka yang dikumpulkan oleh Johns Hopkins University yang berbasis di AS.

(T.RA/S: Anadolu Agency)

You might also like