Kisah Nyata Anak Palestina; Kecupan Terakhir Ayah untuk Nayma

Jalur Gaza, NPC –  Kisah ini merupakah satu kisah dari seribu kisah nyata anak yatim Palestina.

Nayma seorang siswi di sebuah sekolah di Gaza. Ia pagi hari masih sempat pamitan kepada ayahnya saat hendak berangkat ke sekolah. Namun saat ia pulang, ia mendapati ayahnya tinggal jasad tanpa nyawa.

Nayma mengecup kening dan pipi sang ayah, Allāhu ma’ak yā abī, Allah bersamamu wahai ayahku.

Ayah Nayma seorang buruh tani, bukan petani lagi tapi buruh tani, Bilāl namanya. Setiap hari ayah Nayma pergi ke perkebunan orang lain untuk menawarkan jasa membersihkan rumput dan ilalang diperkebunan zaitun dan Kurma di Gaza bagian timur.

Tepatnya bulan Februari 2019 di awal musim dingin, pagi hari Bus antar jemput membunyikan klakson di depan gang tempat dimana Nayma tinggal. “Nayma…, teman-teman sudah menunggu dan Bus siap berangkat,” panggil Bilal kepada Nayma.

Nayma berlari kecil dan penuh keceriaan. “Iyah Abi, Nayma sudah siap, pamit ya,” ucap gadis kecil cantik itu sembari meraih tangan dan mencium tangan sang ayah.

“Nayma pamit ya. Assalāmau ‘alaikum, ma’assalamah, Allah membersamaimu,” doa Bilal kepada putrinya, Nayma.

Sekitar jam 11 siang, Aktivis Kemanusiaan Indonesia di Palestina, Abdillah Onim atau Bang Onim mendapat kabar dari kepala sekolah, bahwa ayah seorang murid TK Nurani Indonesia telah meninggal dunia, Innalillahi wa inna ilaihi rajiun.

“Lima menit lalu saya sempat baca di ranning text stasiun TV lokal, prajurit penjajah tembak mati seorang petani yang sedang beraktivitas di lahan petanian zaitun dan kurma di Gaza timur,” ujar Bang Onim.

Setelah ditelusuri, yang ditembak itu adalah Bilal, ayah Nayma. Bilal merupakan seorang buruh tani, keluarganya hidup di bawah garis kemiskinan, pergi pagi pulang sore untuk mencari sesuap nasi di lahan milik orang lain.

Kini Nayma hidup seorang diri. Puji syukur, Al-Hamdulillāh, Nusantara Palestina Center (NPC) sebuah lembaga filantropis yang didirikan khusus oleh Bang Onim untuk misi kemanusiaan di Palestina, memberikan santunan mulai dari pakaian, makanan, biaya hidup bahkan biaya sekolah.

Nayma belajar secara gratis di sebuah sekolah yang didirikan dan merupakan hadiah dari rakyat Indonesia. Sekolah itu bernama Taman Kanak-kanak Nurani Indonesia yang di kota Gaza. Sekolah ini berada dalam administrasi dan manajemen NPC.

Hingga saat ini, NPC terus bergerak membantu kaum duafa dan miskin Palestina di Jalur Gaza berkat dukungan penuh dan kepercayaan dari masyarakat Indonesia khususnya kaum Muslimin.

Walaupun Sekolah TK. Nurani Indonesia masih menempati gedung bersatus sewa sejak 5 tahun  silam. TK ini memiliki lima kelas dan 80 siswa dari kalangan anak yatim.

NPC telah menyediakan mobil bus antar jemput gratis dan menyediakan 7 orang guru, serta memberikan secara cuma-cuma seragam sekolah, tas, buku, sepatu dan lain-lain. Selain itu, NPC juga menyediakan makanan untuk anak-anak yatim itu.

Harapan anak-anak yatim Palestina kedepan, semoga NPC dapat membangunkan sekolah gratis untuk mereka, agar tak lagi berstatus sewa atau kontrak, Allāhu mujību al-da’awāt, Allah Swt., Maha Mengabulkan segala doa. Āmīn.

You might also like