Gaza, NPC – Direktorat Pertahanan Sipil Palestina di Jalur Gaza, pada Jumat (23/02/2024), memperingatkan bahwa Israel terus menerus mencegah masuknya makanan dan obat-obatan ke Gaza dan wilayah utara Jalur Gaza, sehingga mengancam kehidupan lebih 700.000 penduduk sipil dengan dengan kematian setiap saat.
“Penderitaan penduduk di Gaza dan wilayah utara Jalur Gaza semakin memburuk setiap hari. Ribuan penduduk menunggu kematian karena kelaparan atau serangan Israel, di saat yang sama Arab dan dunia internasional bersikap diam dalam menghadapi penderitaan ini dan pembunuhan setiap hari,” kata Direktorat Pertahanan Sipil.
Direktorat Pertahanan Sipil menyebut bahwa perang Israel terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza sudah memasuki hari ke-140. Tak ada hati nurani yang bergerak untuk menyelamatkan sisa-sisa kehidupan di Jalur Gaza.
“Meskipun begitu, penduduk Palestina di Jalur Gaza masih hidup dengan harapan bahwa mereka akan menemukan seseorang untuk mendengarkan keluhan mereka sebelum terlambat,” kata Direktorat Pertahanan Sipil.
Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Sabtu (24/02), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu telah meningkat menjadi 29.606 orang dan 69.737 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.
Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,9 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.
(T.FJ/S: Palinfo)