Gaza, NPC – Kantor media pemerintah di Jalur Gaza, pada Jumat (23/02/2024), mengumumkan bahwa jumlah jurnalis yang dibunuh Israel telah meningkat menjadi 132 jurnalis sejak dimulainya perang genosida di Jalur Gaza, pada 7 Oktober lalu.
Jurnalis dan fotografer Muhammad Tishreen Yaghi, bersama anak perempuan dan istrinya, dibunuh Israel dalam serangan yang dilakukan pesawat tempur di dekat Rumah Sakit Al-Aqsha di Deir Al-Balah, tengah Jalur Gaza.
Penyiar dan presenter program di Radio Al-Quran, jurnalis Musab Abu Zayed, juga dibunuh Israel bersama keluarganya, setelah Israel membom rumahnya di kamp Nuseirat di tengah Jalur Gaza.
Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Jumat (23/02), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu telah meningkat menjadi 29.514 orang dan 69.616 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.
Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,9 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.
(T.FJ/S: Palinfo)