Yerusalem, NPC – Kepala Departemen Politik dan Hubungan Luar Negeri Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), Basem Naim, pada hari Selasa (18/07/2023), mengatakan bahwa pelaksanaan ritual Talmud yang dilakukan oleh pemukim Zionis Israel selama serbuan ke kompleks suci Al-Aqsha memicu kemarahan di setiap penduduk Palestina dan setiap umat Islam.
Basem Naim menyatakan bahwa aksi provokasi dan pelanggaran yang terus berlanjut terhadap kesucian Al-Aqsha ini mampu memicu perang agama yang meluas di kawasan yang mempengaruhi semua orang.
Basem Naim menambahkan bahwa negara-negara Arab dan Islam, khususnya Yordania, memiliki tanggung jawab langsung atas tanah dan tempat-tempat wakaf di Kota Suci Yerusalem. Yordania menurutnya bertanggung jawab khusus atas perkembangan berbahaya ini.
Basem Naim menyerukan negara-negara Arab dan internasional untuk mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menghentikan pelanggaran dan melindungi tempat-tempat suci Palestina, yang bisa dimulai dengan menghentikan normalisasi dengan Israel, memutuskan hubungan apa pun dengan Israel, dan menuntut para pemimpin otoritas pendudukan Israel sebagai penjahat perang.
Basem Naim menyatakan bahwa semua pihak, terutama komunitas internasional yang diwakili oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), harus bertanggung jawab untuk menghentikan pelanggaran dan kejahatan, serta mengendalikan para ekstremis Yahudi ini.
“Rakyat Palestina tidak akan meninggalkan tugasnya dan akan melawan dengan berbagai cara dan alat untuk membebaskan tanah dan tempat-tempat suci Palestina,” kata Basem Naim.
pada hari Selasa pagi (18/07/2023), merangsek masuk ke kompleks suci Masjid Al-Aqsha melalui Gerbang Mughrabi, di bawah pengamanan ketat pasukan pendudukan Israel.
Berdasarkan laporan Departemen Wakaf Islam di Yerusalem, sebanyak 164 pemukim ekstremis menyerbu kompleks suci Masjid Al-Aqsha, di bawah perlindungan langsung pasukan pendudukan. Mereka melakukan tur provokatif dan ritual Talmud di Bab Al-Rahma, sebelah timur kompleks Al-Aqsha.
(T.FJ/S: RT Arabic)