Jalur Gaza, SPNA – Lembaga Al-Quds Internasional dan Asosiasi Hak Asasi Manusia Palestina, Rabu (03/07/2019) menyelenggarakan konferensi pers di depan kantor Komisaris Jenderal PBB.
Konferensi tersebut bertujuan menolak pelangaran hukum Israel di kota suci Al-Quds khususnya terkait pembangunan terowongan bawah tanah Israel di wilayah Sulwan, Al-Quds timur.
Profesor Yasser Al-Derawy menuntut UNESCO agar berperan aktif melindungi kota suci Al-Quds sebagai bagian dari warisan sejarah dunia.
Juru bicara Asosiasi Badan Amal Palestina tersebut juga meminta Lembaga Pendidikan dan Kebudayaan PBB tersebut juga membela Palestina menghadapi kebijakan menyimpang luar negeri Gedung Putih.
Pemerintah AS diwakili Delegasi Gedung Putih untuk Perdamaian Timur Tengah Jason Greenblatt dan Duta Besar AS untuk Israel David Friedman, 30 Mei lalu ikut berpartisipasi dalam peresmian terowongan bawah tanah Israel di wilayah Silwan yang diduduki.
Sementara itu, Dr. Ahmed Abu Halbiyeh mengatakan bahwa Israel semakin berani melakukan pelanggaran hukum, menargetkan situs-situs suci, menyerang warga, merampas properti serta mengklaim adat dan budaya Palestina.
Kepala Badan Al-Quds Internasional tersebut menjelaskan, Israel berupaya merubah kota suci Al-Quds menjadi kota Yahudi dengan menciptakan sejarah palsu, merubah tabiat asli Al-Quds melalui pembangunan sinagog, sekolah Yahudi serta hunian ilegal secara masif.
Berikut ini beberapa pelanggaran hukum yang dilakukan Israel terhadap kota suci Al-Quds menurut Abu Halbiyeh:
Abu Halabiyeh juga menyerukan umat Islam dan bangsa Arab memberikan dukungan yang diperlukan terhadap Yerusalem serta mendukung perjuangan rakyat Palestina.
(T.RS)
Abdel Hamid Akkila
08119944496