Meroe, SPNA – Jumlah orang yang meninggal karena demam yang tidak diketahui di Kota Meroe Sudan terus meningkat menjadi 45 orang per tanggal (23/09), ditambah dengan 120 diagnosa yang diduga menghidap penyakit yang sama. Beberapa khalayak percaya bahwa demam tersebut adalah Demam Berdarah Lembah Rift.
Asosiasi Dokter Sosialis Rush mengkonfirmasi bahwa mereka telah mendeteksi kasus epidemi demam di Kota Meroe, disertai dengan penurunan platelet yang parah, serta pendarahan rektal dan gusi.
Kementerian Kesehatan di Negara Bagian Utara telah mengumumkan kecurigaan penyebaran demam berdarah, sembari mengirimkan sampel untuk diperiksa di Khartoum, berhubung tidak adanya laboratorium khusus di negara bagian tersebut.
Sementara itu Kementerian Kesehatan Federal mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (22/09) bahwa mereka telah mendeteksi 16 kematian di dua rumah sakit di Meroe, menegaskan bahwa pihaknya telah mengirim tim khusus untuk meneliti demam yang tidak diketahui tersebut
Bulan ini Kota Meroe dilanda banjir besar yang menyebabkan bencana lingkungan dan perkembangbiakan secara masif berbagai jenis nyamuk yang menyebabkan demam.
(T.NA/S: RT Arabic)