Yerusalem,NPC – Pada Rabu pagi (28/6/2023), warga Palestina melaksanakan salat Idul Adha di Masjid Al-Aqsa. Departemen Wakaf Islam di Yerusalem memperkirakan jumlah jamaah mencapai sekitar 100.000 orang. Mereka berbondong-bondong datang sejak subuh ke tempat suci tersebut. Alun-alun dan halaman masjid juga dipenuhi oleh jamaah yang berdatangan.
Warga Yerusalem, dari berbagai kalangan mulai dari pria, wanita, hingga anak-anak, dengan antusias mengambil bagian dalam salat Idul Adha ini. Mereka berangkat sejak dini hari dari berbagai lingkungan, kota, dan desa di sekitar Yerusalem, termasuk kota-kota di Tepi Barat yang berjarak jauh. Semangat untuk merayakan hari yang suci ini sangat terasa di antara jamaah.
Setelah salat berakhir, warga Palestina dengan sukacita membagikan permen kepada para jemaah sebagai bentuk kebahagiaan dan kebersamaan dalam momen yang penuh berkah ini. Suasana kegembiraan terlihat di wajah mereka yang berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Namun, pelaksanaan salat Idul Adha ini juga terjadi dalam situasi yang sulit. Saat ini, kota Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa sedang menghadapi eskalasi agresi dari pendudukan yang mempengaruhi keseimbangan di kota ini. Proyek pemukiman dan upaya yudaisasi yang dilakukan oleh pendudukan Israel serta usaha untuk memecah belah Masjid Al-Aqsa menimbulkan kekhawatiran dan ketidakpastian di kalangan warga Palestina.
Meskipun demikian, semangat dan kekuatan jemaah yang berkumpul di Masjid Al-Aqsa saat perayaan Idul Adha ini menunjukkan rasa kebersamaan dan keteguhan mereka. Mereka bersatu dalam ibadah dan mempertahankan keutuhan tempat suci mereka dalam menghadapi tantangan yang mereka hadapi.
Sumber: almayadeen.net/