Jakarta, NPC – Ustaz kondang pakar hadis tamatan Universitas Al-Azhar Kairo, Dr. Lukmanul Hakim Al-Azhari, Lc., MA., dalam kajian kitab hadis “Al-Arba’ūn Al-Maqdisiyah,” karya Dr. Muraweh Mousa Nassar, yang digelar oleh Nusantara Palestina Center (NPC), pada hari Sabtu (10/4/2021) pagi, menjelaskan tentang perbedaan antara orang beriman dan tidak beriman (kafir).
Dalam kajian yang dilakukan secara daring itu, Ustaz Lukman mengatakan bahwa orang yang beriman itu mengimani terlebih dahulu pembicara sebelum apa yang disampaikan. Keimanan para sahabat lebih dahulu menyakini bahwa Nabi Muhammad, Saw., adalah utusan Allah, Swt.
Islam menyerukan umat beriman dalam ilmu pengetahuan untuk menggunakan pikiran kontemplatif. Sedangkan umat yang tidak beriman, mereka menggunakan pikiran fisik saja.
Menurut Ustaz Lukman, perbedaan di antara orang beriman dan tidak adalah bahwa ketika pikiran orang beriman itu mencapai kebenaran ilmiah, maka ia pergi ke dimensi di belakangnya yang mengarah pada kebaikan dan eksistensi Sang Pencipta.
“Orang Mukmin beriman kepada pembicara sebelum kepada pembicaraannya, sementara orang kafir itu ia percaya pada apa yang disampaikan terlebih asal dengan syarat masuk akal dahulu sebelum percaya kepada pembicaranya,” jelasnya.
Adapun pikiran material, lanjut Ustaz Lukman, melihat kebenaran ilmiah sebagaimana adanya, dan tidak melihat apa yang ada di baliknya dalam hal dimensi dan konotasi. Pikiran material menjauh dari Sang Pencipta langit dan bumi.
“Orang jika sudah beriman kepada yang gaib akan lebih mudah lagi menerima konsep-konsep surga, neraka, siraj, padang mahsyar dan lain sebagainya. Jika standar keimanan seseorang itu adalah material, fisik, sesuatu yang bersifat indrawi, maka tidak mungkin bisa beriman kepada hal-hal gaib,” terang Ustaz Lukman.
Diketahui, dalam kajian kali ini, Ustaz Lukman membacakan hadis ke-23 tentang “Nabi, Saw., Memberikan Gambaran Baitul Maqdis,” dari buku hadis “Al-Arba’ūn Al-Maqdisiyah.”
Berikut terjemahan hadis riwayat Imam Al Bukhari yang disampaikan oleh Ustaz Lukman pada kajian Sabtu pagi kemarin. “Ketika orang-orang Quraisy mendustakan perjalananku ke Baitil Maqdis, saya berdiri di Hijr Isma’il, lalu Allah menampakkan Baitul Maqdis kepadaku hingga saya memberi tahu kepada mereka tentang tanda-tandanya, dan saya dapat melihatnya.” [Ya’qub bin Ibrahim] menambahkan; Telah menceritakan kepada kami [anak saudaraku yaitu Ibnu Syihab] dari [pamannya]; Tatkala orang-orang Quraisy mendustakanku pada hari aku diisra’kan ke baitul maqdis -dengan Hadits yang serupa. Arti Qashifan, (Al Isra: 69), yaitu angin yang menghancurkan segala sesuatu.”
Kajian ini diselenggarakan dalam rangka menjalankan misi edukasi tentang Palestina dalam perspektif agama. Buku yang dijadikan acuan dalam kajian ini adalah kajian kitab hadis “Al-Arba’ūn Al-Maqdisiyah,” karya Dr. Muraweh Mousa Nassar.
_
Info program bantuan Kemanusiaan, Kantor pusat NPC Jakarta. Call Center: 021-8778 8187. Hp/Wa: 0811 99 444 96(NPC).
Aktivitas Sosial Kemanusiaan: www.blog.npc.id/