Jakarta, NPC — LAZNAS Nusantara Palestina Center (NPC) menggelar Rapat Kerja dan Laporan Akhir Tahun selama dua hari pada 4–5 Februari 2026 di Oakwood Hotel TMII, Jakarta Timur. Kegiatan tahunan ini difokuskan pada evaluasi kinerja lembaga, penguatan tata kelola, serta penajaman arah program kemanusiaan dan filantropi untuk periode 2025–2026.
Rapat kerja dibuka dengan pembacaan tilawah Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari jajaran Pembina Yayasan dan Dewan Pengawas Syariah yang hadir. Agenda utama hari pertama, Rabu (4/2/2026), menyoroti capaian penyaluran bantuan kemanusiaan dan komitmen transparansi pengelolaan dana umat.
Ketua Pembina NPC, Abdillah Onim, S.EI., menyampaikan bahwa sepanjang periode berjalan, NPC telah menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai Rp280 miliar. Bantuan tersebut menjadi pijakan penting dalam pengambilan kebijakan dan penguatan manajemen lembaga filantropi.
“Pengelolaan yayasan adalah seni filantropi yang dijalankan dengan cinta dan suka cita. Penyaluran bantuan Rp280 miliar menjadi bekal penting bagi para pemangku kebijakan untuk terus memperkuat dampak program,” ujar Abdillah Onim dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai program kemanusiaan untuk Gaza, Palestina, antara lain paket gandum, selimut dan pakaian hangat, tenda darurat, serta pembangunan sumur air. Selain itu, NPC juga menjalankan program bantuan Nusantara untuk masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Menurut panitia, rapat kerja dan laporan akhir tahun ini menjadi bagian dari mekanisme rutin lembaga dalam memastikan pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf dilakukan secara amanah dan tepat sasaran. Aspek transparansi dan kehati-hatian administrasi menjadi fokus utama, seiring meningkatnya kepercayaan publik terhadap lembaga filantropi nasional.
Direktur Eksekutif LAZNAS NPC, Masri Udin, Lc., menekankan bahwa perkembangan lembaga filantropi menuju skala LAZNAS menuntut kesiapan profesional dan manajemen risiko yang lebih matang.
“Dengan berkembangnya filantropi menjadi LAZNAS, lembaga harus mempertimbangkan berbagai risiko perjuangan yang akan dilewati dan mengelolanya secara lebih profesional. Banyak hal penting menjadi bahan pertimbangan agar kemandirian lembaga bisa langsung berdampak,” kata Masri Udin.
LAZNAS Nusantara Palestina Center merupakan lembaga pengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf berskala nasional yang telah mendapat pengesahan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Lembaga ini menjalankan program di bidang pendidikan, kemanusiaan, dan dakwah.
Masyarakat dapat memperoleh informasi lebih lanjut mengenai program dan kegiatan LAZNAS NPC melalui situs resmi https://npc.id/ dan media sosial @npcdotid, serta kanal kontak resmi lembaga.
Rapat kerja ini dijadwalkan berlanjut hingga 5 Februari 2026 dengan agenda perumusan strategi dan penguatan program tahun berjalan.