Asah Ketajaman Berpikir Kritis dan Kreatif, NPC Gelar Brainstorming

Jakarta, NPC  – Untuk menghasilkan beragam ide dan menemukan solusi potensial serta mengasah ketajaman berpikir kritis dan kreatif, Nusantara Palestina Center (NPC) menggelar Brainstorming yang diikuti oleh segenap staf dari berbagai divisi yang ada.

Kegiatan diskusi ini diselenggarakan di Warungkoe, Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu (16/12/2020) pagi.

Direktur Pelaksana NPC Ihsan Zainuddin mengatakan, lembaga yang ia pimpin itu, dari sudut pandangnya haruslah terampil dalam membuat konsep, menerapkan, menganalisis serta mensintesis atau mengevaluasi program-program kerja yang sudah atau akan dijalankan di tahun 2021 mendatang.

Berdasarkan pembacaan teoritis dan praktis, Ihsan menilai NPC harus kritis terhadap kondisi di Palestina. Ia memaparkan kondisi Palestina di tahun 2019 dan 2020 yang mana situasi kehidupan di Jalur Gaza, Palestina sangat minim dalam semua aspek.

Di tengah krisis kemanusiaan yang kiam memburuk, daerah kantong pesisir yang sempit dan miskin, rumah bagi lebih dari 2 juta orang Palestina itu membutuhkan intervensi internasional yang serius dan segera untuk mengakhiri penderitaan rakyat Gaza.

“NPC harus kritis terhadap kondisi di Palestina,” kata Ihsan.

Selain itu dirinya juga menyinggung perihal kemungkinan kondisi Palestina di 2021 mendatang. Dari situ, Ihsan menggarisbawahi soal eksistensi NPC di Palestina yang harus selalu hadir memberi bantuan kemanusiaan terhadap persoalan di Palestina, serta memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai penderitaan bangsa Palestina.

“NPC harus selalu hadir memberi bantuan terhadap persoalan Palestina, serta memberikan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai penderitaan Palestina,” singgungnya.

Untuk hal itu, ia meminta adanya perbaikan tekstur dan kualitas kinerja NPC agar semakin bagus dan solid.

Lebih lanjut, dirinya memesankan kepada seluruh staf agar senantiasa menjaga kepercayaan publik bahwa NPC adalah lembaga yang mempunyai tagline “Jembatan Amanah Indonesia untuk Palestina.”

Kemerosotan kemanusiaan di Gaza semakin meningkat tiap tahunnya lantaran blokade Israel yang masih terus berjalan. Kondisi semakin buruk di Gaza menimpa semua aspek kehidupan, di mana penderitaan kemanusiaan meningkat dengan meningkatnya angka kemiskinan dan pengangguran. Dari catatan media Xinhuanet, sekitar 85 persen warga Gaza hidup di bawah garis kemiskinan dengan pendapatan individu dua dolar AS per hari.

Selain kemiskinan dan pengangguran, rumah sakit di Jalur Gaza menghadapi kekurangan 50 persen obat-obatan dan fasilitas medis, memaksa banyak pasien untuk mencari perawatan medis di luar.

Hadirnya NPC mengambil peran penting dalam mengadvokasi masalah-masalah kemanusiaan di Palestina. Hingga saat ini NPC telah banyak mengatasi berbagai variabel masalah-masalah humanity dan berperan aktif sebagai mediator dan fasilitator NGO Indonesia dalam pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina.

NPC terus berkomitmen memberikan kemanfaatan pada misi-misi kemanusiaan dan perdamaian dunia sebagai perwujudan dari amanat Pembukaan Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945 alinea ke-4, yakni mewujudkan perdamaian dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

______

Info program bantuan Kemanusiaan, Kantor pusat NPC Jakarta. Call Center: 021-8778 8187. Hp/Wa: 0811 99 444 96(NPC).

Aktivitas Sosial Kemanusiaan: www.blog.npc.id/

You might also like