Jalur Gaza, SPNA – Menteri Kesehatan Palestina, Selasa (17/03) di Gaza melaporkan bahwa Gaza masih bebas corona.
Hal ini diungkap setelah tes terhadap 33 suspect corona di Gaza menunjukkan hasil negatif.
Meskipun demikian 2778 warga yang baru memasuki Gaza tetap menjalani isolasi selama 14 hari terhitung sejak 3 Maret silam.
Kemenkes Gaza juga menyerukan agar warga Palestina hanya melaksanakan sholat fardhu Masjid dan sholat sunnah di rumah.
Seebelumnya, Biro Informasi Pemerintah Palestina di Jalur Gaza melaporkan bahwa pemerintah lokal mengambil 12 langkah pencegahan terhadap penyebaran virus corona, sebagai berikut:
Sejak pekan lalu Badan Wakaf Palestina mengumumkan kebijakan penutupan sejumlah Masjid di Bethlehem, Gereja, Biara dan tempat-tempat umum lainnya untuk menghindari penyebaran virus Corona (Covid-19).
Kementerian Wakaf juga meminta semua pihak untuk mematuhi setiap keputusan yang berhubungan dengan kepentingan umum.
Penyebaran virus corona yang begitu cepat hingga merambat ke 114 negara membuat WHO menetapkan COVID-19 sebagai pandemik global. Tercatat lebih dari 118.000 kasus infeksi corona di seluruh dunia dimana 4.291 pasien dinyatakan meninggal.
Situasi genting ini membuat sejumlah mengambil langkah-langkah pencegahan dengan menangguhkan kegiatan keagamaan.
Tunisia sebelumnya dilaporkan hingga 4 April mendatang. Pemerintah Iran dan Jepang juga menghentikan pelaksanaan sholat Jum’at akibat corona demi mencegah penyebaran COVID-19.
Arab Saudi sebelumnya juga menunda kegiatan ibadah umrah baik bagi warga asing atau lokal disamping melakukan pembersihan dan sterilisasi terhadap Masjidil Haram.
(T.RS/S:Palinfo)