Athens, SPNA – Dampak dari pembukaan perbatasan Turki, 4000 imigran ilegal dalam 24 jam terakhi telah berada di perbatasan Yunani.
Juru bicara Pemerintah Yunani, Stelios Petsas, mengatakan terdapat sekitar 4000 imigran ilegal yang siap memasuki negara tersebut. Pemerintah setempat disebutkan akan mengambil sikap tegas untuk melindungi perbatasan negaranya.
Pasca pertemuan pers pada hari Sabtu (29/02/2020), Petsas mengatakan, “Pemerintah akan melakukan berbagai upaya untuk melindungi perbatasan.”
“Selama 24 jam terakhir terdapat 4000 orang yang berusaha memasuki Yunani secara ilegal melalui perbatasan Turki.”
Kibajakan Turki membuka perbatasannya dengan Eropa diumumkan pada Jumat dini hari (28/02/2020) kemarin. Presiden Erdogan mengatakan tidak akan pernah menutup kembali perbatasan mereka.
Langkah Turki itu merupakan aksi protes terhadap diamnya NATO atas serangan Militer Suriah yang menewaskan 33 tentara Turki di Idlib.
Dikutip dari media lokal Yunani, pasukan pengamanan perbatasan menyerang para imigran tersebut dengan gas air mata. Namun demikian, sebagian mereka berhasil melewati perbatasan melalui jalur sungai pemisah Turki dan Yunani.
(T.HN/S: Arabic.Sputniknews)