Kairo, SPNA – Perdana Menteri Mesir, Mostafa Kamal Madbouly, Rabu (22/01/2020), meresmikan Pameran Buku Internasional Kairo 2020. Pada pergelaran yang ke-51 satu ini, empat puluh negara diberitakan ikut berpartisipasi dalam salah satu bazar buku terbesar di dunia tersebut.
Berangkat dari semangat terpilihnya Mesir sebagai Ketua Uni Afrika, pameran buku tahun ini mengangkat tema “Mesir-Afrika, Budaya keberagaman.” Sedangkan tamu kehormatan diberikan untuk negara Senegal.
Untuk pertama kalinya Book Fair Kairo menyediakan aplikasi khusus yang bisa diakses di gadget masing-masing. Hal tersebut dapat memudahkan para pengunjung untuk menikmati setiap pertunjukkan atau mencari buku yang sedang diburu.
Gubernur Kairo, Khalid Abd Al-‘Al mengatakan akan memberikan pelayan terbaik demi menjamin suksesnya acara tahunan itu.
Diberitakan terdapat 900 penerbit, baik lokal, Arab bahkan asing akan mengambil bagian dalam event ini.
Kairo Book Fair merupakan momen yang selalu ditunggu oleh pecinta buku. Tidak terkecuali ribuan mahasiswa Indonesia yang sedang menimba ilmu di Universitas Al-Azhar Kairo, dan beberapa universitas lainnya.
Selain mengincar buku cetakan penerbit langka, terdapat juga ribuan judul buku baru akan muncul di sana.
Pameran buku ini pertama kali diadakan pada tahun 1969. Biasanya diadakan pada liburan pertengahan tahun, tepatnya pada akhir bulan Januari.
(T.HN/S: Almasryalyoum)