Jakarta, SPNA – Pemerintah Indonesia menandatangani 16 kesepakatan dengan Uni Emirat Arab senilai 314,9 triliun rupiah atau 23 miliar Dolar Amerika Serikat.
Presiden Joko Widodo menyaksikan penandatangan MoU tersebut dalam pertemuan resmi dengan Putra Mahkota Sheikh Mohammed Bin Zayed di istana Qasr al-Watan Abu Dhabi, UEA, Minggu (12/01/2020).
“Seusai pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Sheikh Mohamed bin Zayed di Istana Qasr Al Watan, semalam, kami menyaksikan penandatanganan lima perjanjian kerjasama antar pemerintah. Lalu, ada 11 perjanjian bisnis di berbagai bidang dengan nilai investasi sekitar Rp314,9 triliun,” tulis Presiden Jokowi di Twitter.
Sejak dilantik Oktober lalu, Presiden Jokowi berkomitmen untuk meningkatkan investasi asing demi membantu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Berdasarkan keterangan Menteri Luar Negeri Indonsia, Ibu Retno Marsudi, Indonesia dan UEA menandatangni MoU di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, dan penanggulangan terorisme, migas, logistik, manufaktur aluminium, petrokimia, pendidikan digital & pembangunan kapasitas.
Widodo dan putra mahkota UEA juga membahas rencana untuk membentuk “dana kekayaan negara”, Sovereign Wealt Fund (SWF). Softbank Jepang dan AS International Development Finance Corp (IDFC) tertarik untuk menjadi bagian dalam dana tersebut, ujar Menteri Kelautan dan Investasi, Bapak Luhut Pandjaitan, Reuters melaporkan.
Berikut 16 MoU yang disepakati kedua negara, seperti dikutip dari CNN:
Sementara kerja sama antara pelaku usaha atau B to B, Indonesia dan UAE sepakat bekerja sama dalam projek senilai 22,89 miliar dolar AS dimana UEA akan berpartisipasi berkisar 30 persen di antaranya atau sekitar 6,8 miliar dolar AS. Tercatat ada sekitar 11 kerja sama yang ditandatangani dan disaksikan langsung baik oleh Presiden Jokowi maupun Putra Mahkota UEA Mohammed Bin Zayed.