Israel Terus Serang Penduduk Palestina yang Berlindung di Sekolah dan Tenda Pengungsian

Gaza, NPC – Tentara penjajah Israel masih terus membombardir tenda-tenda yang menampung pengungsi Palestina di halaman Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsha Deir Al-Balah, tengah Jalur Gaza, pada Minggu dini hari (04/08/2024), yang membunuh lima penduduk Palestina dan melukai 16 lainnya.

“Lima penduduk sipil meninggal dunia dan lebih dari 16 lainnya terluka ketika pesawat tanpa awak Israel menyerang tenda-tenda yang menampung pengungsi di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsha di Deir al-Balah. Serangan itu juga menyebabkan kebakaran besar di tenda-tenda tersebut,” ungkap Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza.

Serangan di dekat Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsha terjadi beberapa jam setelah serangan Israel sebelumnya yang membunuh 17 penduduk Palestina dan lebih 60 orang lainnya menderita berbagai luka akibat serangan mematikan di tengah Jalur Gaza tersebut.

Serangan tersebut menargetkan sekolah Hamama di Sheikh Radwan, yang berfungsi sebagai tempat penampungan bagi penduduk Palestina yang mengungsi. Sejumlah rudal ditembakkan ke petugas penyelamat yang mencoba mengevakuasi korban setelah serangan awal. Sumber medis dari Rumah Sakit Al-Ahli mengatakan bahwa korban jiwa dan luka-luka adalah anak-anak.

Israel secara konsisten menargetkan sekolah-sekolah di seluruh Gaza. Pekan lalu, tentara penjajah Israel mengebom sebuah sekolah di kawasan Shujaiya, Kota Gaza, yang membunuh 15 penduduk Palestina.

Pada akhir bulan lalu, jet tempur Israel melancarkan serangan udara terhadap sekolah perempuan di Deir Al-Balah, tengah Jalur Gaza, yang digunakan sebagai rumah sakit lapangan. Serangan ini membunuh 30 penduduk Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Penduduk Palestina di Jalur Gaza hidup dalam kondisi kemanusiaan dan Kesehatan yang memprihatinkan.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Senin (05/08), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 39.583 orang dan 91.398 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana 606 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 140 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023.

Berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, sekitar 90 persen atau sekitar 1,9 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: The Cradle, Palinfo)

 

You might also like