Gaza, NPC – Pemukim Israel, pada Senin malam (13/05/2024), membakar dua truk bantuan kemanusiaan yang akan bergerak ke Jalur Gaza di area pos pemeriksaan Tarqumiya, sebelah barat kota Hebron. Dua truk bantuan ini merupakan sebagian dari iring-iringan truk bantuan yang membawa bantuan Yordania ke Jalur Gaza.
Time of Israel melaporkan bahwa ekstremis Israel membakar truk bantuan dalam perjalanan mereka ke Jalur Gaza beberapa jam setelah menjarah dan mencuri bantuan kemanusiaan dari dalam truk konvoi tersebut.
Truk-truk tersebut diparkir di pos pemeriksaan Tarqumiya di Tepi Barat setelah ekstremis Israel memblokir dan menjarah mereka pada hari sebelumnya. Pada Senin pagi, pemukim Yahudi Israel menyerang truk bantuan kemanusiaan di dekat pos pemeriksaan Tarqumiya, menghalangi perjalanan dari Tepi Barat ke Jalur Gaza dan membuang isi salah satu truk tersebut ke tanah.
Selama seminggu, Israel terus menutup penyeberangan Rafah dan Kerem Shalom yang merupakan tempat perlintasan bantuan, yang membuat situasi kemanusiaa semakin parah di Jalur Gaza, tempat tinggal sekitar 2,3 juta penduduk Palestina.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok pemukim Yahudi mencegah truk melaju di dekat pos pemeriksaan Tarqumiya. Video tersebut juga menunjukkan pemukim Israel melemparkan muatan salah satu truk ke jalan, mencegah truk memasuki Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Jalur Gaza memperingatkan keruntuhan sistem kesehatan akibat kurangnya bahan bakar di sektor medis yang beroperasi di Jalur Gaza.
Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Selasa (14/05), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 35.173 orang dan 79.061 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.
Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.
(T.FJ/S: RT Arabic, Palinfo)