Al-Quds, NPC – Human Rights Watch (HRW) melaporkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) telah melancarkan sejumlah serangan terhadap konvoi dan bangunan yang digunakan oleh aktivis kemanusiaan internasional di Gaza sejak 7 Oktober 2023, meskipun organisasi-organisasi tersebut telah memberikan koordinat lokasi mereka untuk memastikan perlindungan.
HRW mendokumentasikan sejumlah serangan IDF terhadap aktivis dan bangunan lembaga kemanusiaan sebagai berikut:
HRW menekankan bahwa otoritas Israel tidak mengeluarkan peringatan sebelumnya kepada lembaga bantuan sebelum melancarkan serangan-serangan ini.
Organisasi-organisasi yang terkena dampak menyatakan bahwa tidak ada sasaran militer di wilayah tersebut pada saat serangan, menunjukkan bahwa serangan tersebut dilakukan secara acak dan melanggar hukum internasional karena tidak ada upaya pencegahan untuk melindungi aktivis kemanusiaan. Pola serangan ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai komitmen Israel untuk mematuhi hukum internasional.
Selain itu, HRW mengindikasikan bahwa Israel menggunakan kelaparan sebagai metode peperangan di Gaza, sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh pejabat Israel dan diterapkan oleh pasukan di lapangan. Mereka dengan sengaja mencegah pengiriman air, makanan, dan bahan bakar, menghalangi kegiatan kemanusiaan, menghancurkan wilayah pertanian, dan merampas barang-barang warga sipil.
Israel tidak menanggapi permintaan yang disampaikan HRW pada 1 Mei, yang meminta informasi spesifik tentang serangan terhadap aktivis kemanusiaan yang didokumentasikan oleh organisasi tersebut.
HRW meminta Israel untuk mengumumkan hasil penyelidikan atas serangan yang menyebabkan kematian dan cedera pada aktivis kemanusiaan, serta serangan lain yang menelan nyawa rakyat sipil.
Organisasi tersebut juga menuntut agar Israel memberikan akses bagi Komisi Penyelidikan Internasional Independen untuk melakukan tugas mereka di Gaza, serta meminta sekutu-sekutu Israel, termasuk Amerika Serikat dan Inggris, untuk menangguhkan bantuan militer dan penjualan senjata ke Israel selama pelanggaran sistematis dan luas terhadap hukum perang terhadap warga sipil Palestina masih terjadi.
Pada 30 April, PBB melaporkan bahwa 254 aktivis kemanusiaan telah terbunuh di Gaza sejak 7 Oktober 2023, termasuk 188 pekerja UNRWA. Semengtara menurut UNRWA, 169 fasilitasnya terkena dampak agresi di Gaza, dan setidaknya 429 pengungsi gugur di tempat penampungan mereka.
(T.RS/S:Wafanews)