Selama 2023, Israel Bunuh 51 Penduduk Palestina di Yerusalem, Termasuk 20 Anak-anak

Yerusalem, NPC – Laporan tahunan yang dikeluarkan provinsi Yerusalem, pada Senin (01/01/2023), mengungkap sejauh mana kejahatan dan pelanggaran yang dilakukan Israel di kota Yerusalem selama tahun 2023.

Serangan pelanggaran berat yang dilakukan oleh otoritas Israel dan tabiat penjajahannya terus berlanjut, di bawah pemerintahan pendudukan sayap kanan, yang menerapkan program ekstremis yang bertujuan untuk melakukan aneksasi, pengusiran, yahudisasi, dan perampasan tanah, serta memperkuat kolonialisme dan apartheid.

Menurut data statistik yang ditunjukkan dalam laporan tersebut, selama setahun terakhir, sebanyak 51 penduduk sipil Palestina di Yerusalem meninggal dunia akibat serangan Israel, termasuk di antaranya 20 anak-anak. Jumlah ini tidak termasuk 13 warga Yerusalem yang dibunuh Israel di Jalur Gaza selama agresi yang masih sedang berlangsung di Jalur Gaza

Selama tahun 2023, laporan tersebut mencatat sebanyak 224 serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel, termasuk 50 serangan yang mengakibatkan kerugian fisik.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa banyak korban luka-luka terjadi akibat penggunaan kekuatan berlebihan yang dilakukan pasukan Israel terhadap warga Yerusalem di berbagai bagian kota.

“Tercatat sebanyak 543 orang terluka akibat penembakan peluru logam dan peluru berlapis karet, serta pemukulan parah yang dilakukan tentara Israel. Ini tidak termasuk ratusan kasus sesak napas yang tercatat akibat kekerasan Israel,” sebut laporan tersebut.

Laporan tersebut menjelaskan bahwa sebanyak 55.158 pemukim Israel menyerbu masuk ke kompleks suci Masjid Al-Aqsha. Serbuan ini dilakukan dengan perlindungan ketat dari pasukan khusus Israel bersenjata lengkap, selama tahun 2023.

“Tercatat sekitar 3.081 kasus penangkapan penduduk Palestina dilakukan tentara Israel di seluruh wilayah  Yerusalem dan di antara yang ditangkap terdapat 318 anak-anak dan 135 perempuan,” sebut laporan tahunan tersebut.

Selama setahun terakhir, kantor pengadilan Israel mengeluarkan sebanyak 330 hukuman penjara terhadap tahanan asal Yerusalem, termasuk di antaranya 153 hukuman penahanan administratif (hukuman tanpa proses persidangan). Pengadilan Israel juga mengeluarkan sebanhak 316 keputusan tahanan rumah warga Yerusalem.

Selama tahun 2023, Israel mengeluarkan sebanyak 740 hukuman deportasi, termasuk 561 deportasi dari kompleks suci Masjid Al-Aqsha. Israel juga mengeluarkan 38 keputusan larangan perjalanan kepada penduduk Palestina asal Yerusalem.

Selama 2023, Israel melakukan sebanyak 316 operasi penghancuran rumah dan bangunan, dimana 79 di antaranya adalah operasi penghancuran paksa, ditambah 40 operasi buldoser. Pada tahun yang sama, Israel menyerahkan sebanyak 263 surat perintah pembongkaran rumah dan bangunan. Selama tahun 2023, Israel menyetujui 29 proyek pemukiman ilegal di kota Yerusalem.

Sementara itu, Israel hingga saat ini masih terus membombardir dan melancarkan serangan darat di Jalur Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Sabtu (30/12), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 21.672 orang dan lebih 65.165  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Israel melakukan genosida dengan melakukan pemboman secara brutal terhadap pusat-pusat pemukiman penduduk, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah sakit.

(T.FJ/S: Palinfo)

 

You might also like