Gaza, NPC – Federasi Umum Serikat Buruh Palestina menegaskan dalam sebuah pernyataan pada Kamis (22/12/2022), bahwa pekerja di Jalur Gaza telah hidup dalam kondisi sulit dan destruktif selama lebih dari 12 tahun sejak pemberlakuan blokade Israel di Jalur Gaza dan blokade secara besar-besaran. Kondis itu diperparah dengan kehancuran yang ditinggalkan oleh perang utamanya di bidang infrastruktur di semua sektor dan kegiatan ekonomi, dan ketidakmampuan pemerintah untuk memikul tanggung jawabnya terhadap Jalur Gaza.
Serikat Buruh tersebut mencatat adanya peningkatan tingkat pengangguran dan tingkat kemiskinan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di mana saat ini tingkat pengangguran mencapai lebih dari 54,9% dan tingkat kemiskinan melebihi 80% sebagai indikator berbahaya yang mencerminkan kemerosotan situasi ekonomi dan kemerosotan berbagai sektor kehidupan di Gaza. Sementara jumlah pekerja yang menganggur mencapai lebih dari 295.000 pada tahun 2018.
Mereka para buruh juga meminta komunitas internasional untuk menekan pendudukan Israel dan mencabut blokade serta mendukung Jalur Gaza. Mereka menyerukan agar sanksi yang dikenakan di Jalur Gaza dicabut.
Selain itu, mereka juga meminta perlunya memberikan bantuan dan proyek pembangunan yang berkontribusi untuk meringankan kondisi bencana bagi para pekerja di Jalur Gaza.
Serikat Buruh tersebut mengimbau lembaga internasional dan semua pihak untuk memikul tanggung jawab mereka terhadap Jalur Gaza dan mendukung para pekerja agar meringankan penderitaan mereka.
Federasi meminta Mesir untuk membuka penyeberangan Rafah untuk membawa bahan-bahan yang diperlukan untuk sektor tersebut.
Sumber: qudsdailynews.com