Amman, NPC – Raja Yordania Abdullah II, pada Sabtu (23/07/2022), menegaskan bahwa Amman saudara terdekat Palestina dan tidak akan menerima upaya untuk melakukan marginal terhadap Palestina.
“Yordania akan terus berdiri bersama aliansi bangsa (Arab) dan berbagai permasalahan mereka. Kami adalah saudara terdekat Palestina dan tidak akan menerima upaya marginalisasi terhadap mereka, dan kami harus membangun peluang regional untuk fokus pada masa depan Palestina,” sebut Raja Abdullah II dalam sebuah pernyataan kepda surat kabar Yordania.
Raja Abdullah II juga menyatakan bahwa Yordania memiliki visi ekonomi yang terintegrasi, di mana penerapannya harus dilakukan dan tidak dapat ditawar.
Palestina dan Yordania memiliki hubungan yang kuat, salah satunya di mana Lembaga Administrasi Wakaf Yerusalem dan urusan Masjid Al-Aqsha di Yordania adalah otoritas hukum yang memiliki wewenang eksklusif untuk mengelola semua urusan kompleks Al-Aqsha, termasuk izin untuk masuk ke dalamnya.
Pada akhir bulan lalu, Kementerian Luar Negeri Yordania, mengutuk serangan permukiman Israel terhadap aset gereja Patriarkat Ortodoks Yunani Yerusalem, dan memperingatkan konsekuensi dari keputusan Mahkamah Agung Israel atas aset dan properti gereja.
Kementerian Luar Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Yordania memperingatkan konsekuensi dari keputusan Mahkamah Agung Israel baru-baru ini terkait aset dan properti gereja dan kehadiran umat Kristen di Yerusalem Timur yang diduduki.
Yordania tidak mengakui otoritas pengadilan Israel di wilayah Palestina yang diduduki dan di Yerusalem Timur.
“Yordania menolak secara mutlak terhadap semua tindakan yang bertujuan mengubah identitas dan karakter Yerusalem Timur yang diduduki, termasuk Kota Tua, dan mengubah status quo sejarah dan hukum di Yerusalem dan tempat-tempat sucinya, termasuk berbagai aset, properti, dan harta wakaf umat Islam dan Kristen di Yerusalem. Yordania mendukung penuh Yerusalem dan Gereja Ortodoks melawan serangan kelompok pemukim Israel” kata juru bicara resmi kementerian, Haitham Abu Al-Ful.
Kementerian Luar Negeri Yordania menganggap bahwa pemerintah pendudukan Israel bertanggung jawab atas serangan yang terus dilakukan oleh gerombolan pemukim Israel dan pelanggaran terhadap status quo Yerusalem.
Kementerian Luar Negeri Yordania menganggap bahwa pemerintah pendudukan Israel bertanggung jawab atas serangan yang terus dilakukan oleh gerombolan pemukim Israel dan pelanggaran terhadap status quo Yerusalem.
(T.FJ/S: RT Arabic)