Yerusalem, SPNA – Pasukan pendudukan Israel pada Minggu (06/12/2020), menangkap Sheikh Ra’fat Najib dari Yerusalem yang diduduki. Palinfo melaporkan bahwa pasukan Israel menggerebek rumah Sheikh Najib di lingkungan Al-Wad di Yerusalem, sebelum akhirnya menangkap dan membawanya ke salah satu pusat penahanan di Kota Tua.
Hampir dua bulan lalu, pasukan pendudukan mengeluarkan keputusan untuk mendeportasi Ra’fat Najib dari Masjid Al-Aqsha selama lima bulan.
Orang-orang Palestina di Yerusalem menderita kekejaman karena pembatasan akses ke Masjid Al-Aqsha, dan larangan ibadah di dalamnya. Namun, penduduk Palestina tetap bersikeras untuk datang dan shalat di tempat terdekat dari Masjid Al-Aqsha yang bisa mereka jangkau.
Otoritas pendudukan Israel meningkatkan penargetan serangan terhadap al-Murabithun (Kelompok Penjaga Masjid Al-Aqsha), dengan mengejar, menangkap, mendeportasi mereka dari komplek Al-Aqsha, dan terus-menerus menyerang kelompok tersebut.
Meningkatnya tekanan pendudukan Israel terhadap Masjid Al-Aqsha, menyusul upaya terus-menerus untuk mengubah fakta di lapangan dalam kawasan Al-Aqsha dengan melanggar pembagian ruang dan waktu, serta memfasilitasi serangan pemukim Israel.
Al-Murabitun terus berupaya keras untuk menghalangi konspirasi tentara pendudukan Israel, terlepas dari semua penangkapan dan pelecehan yang mereka hadapi, baik berupa deportasi dari kawasan Masjid Al-Aqsha dan kota Yerusalem, atau larangan bepergian, dan penggerebekan berulang kali yang terjadi di rumah mereka.
(T.NA/S: Palinfo)