Seorang Pemukim Israel Serang dan Coba Membakar Gereja di Yerusalem

Yerussalem, SPNA – Seorang pemukim Israel melakukan serangan ke Gereja Getsemani, di Lembah Kidron, Yerussalem Timur, Jumat (04/12/2020). Ia juga mencoba membakar gereja tersebut dengan melemparkan bahan pembakar ke dalamnya.

Polisi Israel mengumumkan telah menangkap pelaku perusakan gereja dan menjelaskan bahwa pelaku penyerangan berusia 46 tahun dan tinggal di Yerussalem. Aksi perusakan gereja ini menyebabkan kerusakan ringan pada salah satu bangku kayu di dalam gereja.

Penasihat Dewan Pimpinan Gereja Tanah Suci Yerussalem, Wadih Abu Nassar, mengatakan bahwa kerusakan material di dalam Gereja Getsemani karena kebakaran itu kecil. Namun, ia mengecam gangguan dan tindakan agresif tak bertanggung jawab ini.

“Apa yang terjadi sudah melewati semua garis merah (yang tak boleh dilewati). Ini menunjukkan ide dan sikap rasis penuh kebencian yang harus ditangani dengan tegas, baik secara keamanan maupun Pendidikan,” sebut Abu Nassar seperti dilaporka RT Arabic.

Ia juga menyebutkan bahwa polisi Israel bergegas ke tempat kejadian setelah menerima laporan dan menangkap pelaku penyerangan tersebut. Abu Nassar menyerukan penyelidikan mendesak atas insiden serius tersebut.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk upaya pemukim ekstremis Yahudi yang menyerang Gereja Getsemani di kota Yerusalem dan berupaya untuk membakarnya jika tidak dicegah oleh jamaah gereja.

“Kementerian menganggap sangat serius kejahatan keji yang dilakukan oleh salah satu elemen terorisme Yahudi yang tersembunyi di balik gerakan pendudukan Yahudi dan didukung oleh Israel dengan semua komponennya,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Palestina.

Kementerian menyebutkan bahwa teror ekstremis Yahudi yang terjadi di Gereja Getsemani menunjukkan kegagalan Israel dalam menghadapi teror ekstrimis Yahudi yang telah terjadi terus menerus dan berulang kali di lebih satu tempat dan dalam berbagai bentuk.

“Teror ekstremis Yahudi kali ini melanda Gereja Getsemani di Yerusalem Arab, yang seharusnya tunduk pada perlindungan negara pendudukan Israel, menunjukkan kegagalan dan keterlibatan kekuasaan pendudukan dengan teror Yahudi yang terus menerus dan berulang di lebih dari satu tempat dan dalam lebih dari satu bentuk, seperti yang kerap terjadi pada pelanggaran kesucian masjid dan gereja di Palestina,” sebut pernyataan kementerian.

(T.NA/S: RT Arabic)

You might also like