Yaman Luncurkan Rudal Balistik ke Tel Aviv, Drone Serang Haifa dan Jaffa

Tel Aviv, NPC – Juru bicara militer Yaman, Yahya Saree, pada hari Kamis (22/05/2025,) mengumumkan bahwa Yaman telah meluncurkan rudal balistik yang diarahkan ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

Ia juga mengonfirmasi adanya “operasi ganda”, yaitu serangan menggunakan dua drone (pesawat nirawak) yang menargetkan lokasi udara di Haifa dan Jaffa. Setelah rudal diluncurkan dari Yaman, Komando Garis Depan Israel melaporkan bahwa sirene serangan udara dibunyikan di Tel Aviv, Yerusalem, dan wilayah Laut Mati.

Stasiun TV Israel Channel 12 menyebutkan bahwa penerbangan menuju Bandara Ben Gurion dialihkan. Sementara itu, surat kabar Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa jutaan warga Israel bergegas masuk ke tempat perlindungan setelah mendengar sirene.

Sumber Palestina menyatakan bahwa pecahan rudal pencegat Israel jatuh di wilayah Tepi Barat yang diduduki, termasuk di kota Shuyukh, utara Hebron (Al-Khalil). Layanan darurat Israel melaporkan bahwa satu orang terluka saat mencoba masuk ke tempat perlindungan.

Ansarallah Umumkan Blokade Laut di Pelabuhan Haifa

Pada hari Senin sebelumnya (13/05), Yahya Saree juga mengumumkan dimulainya operasi untuk memberlakukan blokade laut terhadap Pelabuhan Haifa, sebagai bentuk respons atas agresi Israel yang terus berlanjut di Gaza. Ia mengimbau perusahaan-perusahaan yang menggunakan pelabuhan tersebut agar mengambil peringatan ini dengan serius.

Yahya Saree menyebut bahwa langkah ini dilakukan setelah kelompoknya berhasil memblokade Pelabuhan Umm al-Rashrash (Eilat), yang menyebabkan aktivitas pelabuhan tersebut terhenti total.

37 Rudal Diluncurkan dari Yaman Sejak Maret 2025

Berdasarkan laporan Radio Militer Israel, sebanyak 37 rudal telah diluncurkan dari Yaman ke arah Israel sejak perang di Gaza kembali memanas pada Maret 2025.

Pakar militer, Mayor Jenderal Fayez Al-Duwairi, mengatakan bahwa pengumuman blokade udara oleh Ansarallah menunjukkan perubahan strategi menjadi “penangkalan balasan”. Meskipun Ansarallah mungkin tidak mampu menimbulkan kerusakan sebesar serangan Israel di Yaman, kata Al-Duwairi, mereka bisa memaksa evakuasi massal dan mengganggu lalu lintas udara Israel.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan menyerang banyak target secara bersamaan, Ansarallah ingin membebani dan membingungkan sistem pertahanan udara Israel, yang berakibat pada kerugian besar secara finansial dan militer.

Selain itu, Al-Duwairi menyebut bahwa penggunaan sistem pertahanan Arrow oleh Israel untuk mencegat rudal terbaru ini mungkin merupakan langkah strategis guna menghindari sorotan terhadap kelemahan sistem THAAD buatan Amerika dalam menghadapi ancaman baru.

(T.FJ/S: Palestine Chronicle)

 

You might also like