Sanaa, NPC – Pemimpin Ansarallah Yaman, Abdul Malik Al-Houthi, pada Jumat (24/05/2024), mengadakan panggilan telepon dengan ketua Kataib Hizbullah Irak, Abu Hussein Al-Hamidawi, di mana kedua kelompok perlawanan membahas upaya koordinasi untuk menghadapi Israel, di mana pada saat yang sama mereka meningkatkan serangan terhadap Israel.
“Koordinasi antara kekuatan poros perlawanan di kawasan akan meningkatkan dampak operasi mereka melawan musuh Zionis,” kata Abdul Malik Al-Houthi.
Al-Hamidawi memuji operasi militer pasukan Yaman, yang berkontribusi besar dalam pemberlakuan larangan navigasi maritim Israel dan menekankan pentingnya menjaga kesiapan dan koordinasi yang tinggi antara kekuatan poros perlawanan, terutama antara Irak dan Yaman untuk mendukung rakyat Palestina.
Sebagai bagian dari operasi angkatan laut yang dilakukan oleh Ansarallah dan angkatan bersenjata pemerintah Sanaa Yaman sejak dimulainya perang di Gaza, pasukan Yaman baru-baru ini memperluas operasi terhadap kepentingan maritim Israel hingga mencakup Laut Mediterania.
Tentara Yaman sebelumnya telah menyerang kapal-kapal yang berhubungan dengan Israel dan kapal-kapal yang menuju pelabuhan Israel di Laut Merah, Laut Arab, Teluk Aden, dan Samudra Hindia. Yaman juga menyerang kapal-kapal AS dan Inggris sebagai tindakan balasan terhadap serangan udara brutal yang dilancarkan Washington dan London terhadap Yaman pada bulan Januari.
Yaman, pada Jumat sore (24/05), mengumumkan bahwa tentara Yaman telah menyerang tiga kapal yang berhubungan dengan Israel di tiga laut berbeda.
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengatakan pada 24 Mei bahwa kapal MSC Alexandria yang memiliki hubungan dengan Israel menjadi sasaran rudal balistik di Laut Arab. Ia menambahkan bahwa kapal Yannis milik Perusahaan Maritim Mediterania Timur Yunani terkena serangan rudal dan drone di Laut Merah, sementara kapal Essex yang terkait dengan Israel menjadi sasaran rudal di Laut Mediterania.
“Operasi serangan terjadi setelah tiga kapal milik perusahaan yang sama tiba di pelabuhan Palestina yang diduduki (Israel) pada tanggal 4 Mei dan 5 bulan ini,” kata Saree mengacu pada kapal Yannis.
Koalisi Perlawanan Islam di Irak (IRI), di mana Kataib Hizbullah menjadi bagiannya, mengumumkan pada hari yang sama bahwa mereka melakukan operasi drone terhadap Pelabuhan Haifa Israel.
“Mujahidin Perlawanan Islam di Irak menyerang pelabuhan Haifa menggunakan drone. Kami akan terus menghancurkan benteng musuh untuk melawan Israel dan untuk mendukung rakyat kami di Gaza, serta sebagai bentuk respons terhadap pembantaian Zionis terhadap penduduk sipil Palestina,” kata IRI.
(T.FJ/S: The Cradle)