UNRWA: Bantuan Makanan yang Masuk ke Gaza Tidak Sampai Penuhi 6 Persen dari Total Kebutuhan

Gaza, NPC – Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), sebagaimana dilansir RT Arabic, pada Minggu (24/11/2024), menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan yang diizinkan Israel masuk melalui penyeberangan tidak sampai memenuhi 6 persen kebutuhan penduduk, sehingga menyebabkan krisis yang parah.

UNRWA menyatakan bahwa lebih dari dua juta pengungsi di Jalur Gaza mengalami kelaparan, kehausan, penyakit dan ketakutan, dan mendapatkan makanan menjadi tugas yang mustahil bagi keluarga di Jalur Gaza.

Kondisi pengungsi di tenda dan pusat evakuasi sangat memprihatinkan, dengan kekurangan pangan dan cuaca dingin yang ekstrem, serta ketidakmampuan organisasi internasional untuk memenuhi kebutuhan mereka.

UNRWA (Badan Pengungsi Palestina) mendesak pembukaan penuh jalur perbatasan agar bantuan pangan dapat masuk untuk mengatasi kelaparan yang semakin parah dan memperburuk kondisi gizi buruk serta penyebaran penyakit di Gaza.

Selain itu, UNRWA menanggapi tuduhan Israel yang mengklaim adanya kerjasama dengan Hamas, menegaskan bahwa badan ini tetap netral dan fokus pada misi kemanusiaannya, yakni mendukung pengungsi.

Israel telah melarang aktivitas UNRWA, yang semakin mempersulit situasi di Gaza, di mana banyak keluarga Palestina sangat bergantung pada bantuan dari organisasi ini sejak dimulainya serangan Israel pada 7 Oktober 2023.

Genosida Berlanjut dan Korban Jiwa Meningkat

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Jumat (22/11), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 44.056 orang dan 104.268 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 793 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 3.558 penduduk Lebanon dan lebih dari 15.123 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: RT Arabic, Mondoweiss)

 

You might also like