UNICEF: 90 Persen Penduduk Palestina di Jalur Gaza Telah Mengungsi ke Tempat Tidak Aman

Gaza, NPC – Lembaga Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF), pada Rabu (17/07/2024), menyebut bahwa 90 persen penduduk Palestina di Jalur Gaza telah menjadi pengungsi sejak awal perang genosida Israel pada 7 Oktober 2023 lalu, di mana banyak dari mereka adalah anak-anak.

UNICEF menyebut bahwa tempat-tempat penampungan pengungsi Palestina di Jalur Gaza tidak memiliki kebutuhan dasar dan keamanan.

Komisaris Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), Philippe Lazzarini, mengatakan bahwa Israel telah mengebom setidaknya delapan sekolah di Jalur Gaza dalam sepuluh hari terakhir, di mana enam di antaranya adalah milik UNRWA.

Sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza. Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Rabu (17/07), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 38.794 orang dan 89.364 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.

Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, sekitar 90 persen atau sekitar 1,9 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.

(T.FJ/S: Palinfo)

 

You might also like