Gaza, NPC – Puluhan penduduk sipil Palestina di Gaza dibunuh Israel dalam serangan udara, pada Minggu dini hari (19/05/2024). Israel terus menggempur Jalur Gaza tanpa pandang bulu sebagai respons terhadap kelompok pejuang Palestina yang dengan keras menghadapi tentara penjajah Israel.
TV Al-Aqsa melaporkan bahwa 31 jenazah penduduk Palestina ditemukan dari bawah reruntuhan beberapa rumah setelah pemboman Israel terhadap kamp pengungsi Nuseirat di daerah tengah Jalur Gaza beberapa jam sebelumnya.
Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsha di tengah Jalur Gaza mengumumkan bahwa 20 jenazah dan beberapa korban luka tiba di rumah sakit pada hari Minggu. Serangan mematikan Israel di Nuseirat terjadi sekitar pukul 03.00, tanggal 19 Mei. Serangan Israel berlanjut di seluruh Jalur Gaza pada Sabtu malam dan Minggu dini hari.
Sejumlah saksi mata bahwa helikopter Israel menembaki Rafah Timur, serangan jet tempur menghantam pusat kota Rafah dan kapal perang Israel juga menyerang wilayah pesisir Rafah.
Berdarkan laporan Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA), sekitar 800.000 penduduk sipil Palestina secara terpaksa telah mengungsi dari Rafah sejak Israel mengabaikan peringatan internasional selama berbulan-bulan agar tidak melancarkan operasi di kota paling selatan Jalur Gaza tersebut.
Israel tidak menyusun rencana untuk mengevakuasi kota tersebut dengan aman sebelum memulai operasinya dan merebut penyeberangan Rafah pada tanggal 7 Mei. PBB telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada tempat yang aman bagi penduduk sipil Palestina yang melarikan diri dari Rafah.
Sementara itu, kelompok pejuang Palestina, Brigade Al-Qassam Hamas, pada Minggu, mengatakan bahwa para pejuang Palestina menyerang tentara Israel yang ditempatkan di penyeberangan darat Rafah, selatan Jalur Gaza, dengan mortir.
Brigade Al-Qassam juga mengumumkan beberapa serangan terhadap pasukan Israel pada malam sebelumnya, termasuk penembakan terhadap seorang tentara di koridor Netzarim, yang membelah Jalur Gaza menjadi dua. Brigade Al-Qassam juga membombardir markas komando Israel di timur Jabalia di utara Gaza dalam operasi gabungan dengan Brigade Al-Quds Jihad Islam Palestina (PIJ). Pejuang Palestina membunuh 15 tentara Israel di Rafah hari itu.
Juru bicara Brigade Qassam, Abu Obeidah, pada 17 Mei, mengatakan bahwa kelompok perlawanan Palestina di Jalur Gaza bersiap menghadapi perang yang panjang melawan tentara penjajah Israel dan mengungkapkan bahwa 100 kendaraan militer Zionis Israel telah dihancurkan selama 10 hari terakhir di seluruh Jalur Gaza. Ia mengatakan bahwa Jalur Gaza akan tetap menjadi “kuburan bagi penjajah Israel”.
Sementara itu, sejak tanggal 7 Oktober hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel masih terus melanjutkan agresi terhadap Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Sabtu (18/05), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi 35.386 orang dan 79.366 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan.
Sementara itu, berdasarkan laporan pihak berwenang Jalur Gaza dan organisasi internasional, lebih dari 85 persen atau sekitar 1,7 juta penduduk Palestina di Jalur Gaza terpaksa harus mengungsi setelah kehilangan tempat tinggal dan penghidupan akibat pemboman Israel.
(T.FJ/S: The Cradle)