Tentara Israel Lakukan Operasi Darat Baru di Utara Gaza

Gaza, NPC – Tentara Israel, pada Minggu (06/10/2024), mengumumkan pelaksanaan operasi darat baru di utara Jalur Gaza yang bertujuan untuk melawan upaya Hamas untuk memulihkan struktur militernya.

“Tadi malam (Minggu), pasukan Divisi 162 mulai bekerja di daerah Jabalia setelah menerima informasi intelijen sebelumnya dan setelah mengevaluasi situasi yang sedang berlangsung dan tindakan pasukan di lapangan, yang mengindikasikan adanya militan dan struktur militer di wilayah tersebut, serta adanya upaya untuk memulihkan struktur militer oleh Hamas,” kata tentara Israel.

Tentara Israel menyatakan bahwa pasukan tempur dari Brigade 401 dan 460 telah menyelesaikan penjagaan di utara Jalur Gaza sehingga pasukan masih terus beroperasi di daerah tersebut.

Sebelum pelaksanaan operasi darat baru, pasukan Angkatan Udara Israel mengklaim telah menyerang puluhan sasaran untuk mendukung manuver pasukan darat, termasuk gudang senjata dan bangunan bawah tanah. Namun, pada kenyataannya Israel terus menerus menyerang dan membombardir bangunan sipil termasuk sekolah dan rumah sakit.

Tentara Israel menegaskan bahwa operasi darat akan terus berlanjut dengan serangan sistematis dan penghancuran radikal terhadap struktur militer pejuang Palestina di wiliyah utara Jalur Gaza.

Tentara Israel juga menerbitkan peta evakuasi baru kepada penduduk Palestina di utara Jalur Gaza, dengan menegaskan bahwa wilayah utara Jalur Gaza masih dianggap sebagai zona pertempuran berbahaya.

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Israel terus menerus melakukan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional. Penduduk Palestina di Jalur Gaza hidup dalam kondisi kemanusiaan dan Kesehatan yang memprihatinkan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Sabtu (05/10), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 41.802 orang dan 96.844 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

(T.FJ/S: RT Arabic)

 

You might also like