Staf BBC Ungkap Tugas Editor untuk menutupi Kejahatan Perang Israel

London, NPC– Editor BBC, Raffi Berg, memegang kendali hampir penuh atas pemberitaan online stasiun penyiaran Inggris ini mengenai perang genosida Israel terhadap Jalur Gaza. Menurut laporan terbaru yang diterbitkan pada Sabtu, 28 Desember 2024, oleh Drop Site News, Raffi Berg memastikan bahwa semua laporan dan berita yang dimuat BBC mengandung bias pro-Israel.

“Tugas utamanya adalah memperlemah laporan yang terlalu kritis terhadap Israel,” kata seorang mantan jurnalis BBC.

Drop Site News berbicara dengan 13 staf aktif dan mantan staf yang mengungkapkan bahwa pemberitaan BBC secara konsisten merendahkan nyawa Palestina, mengabaikan kekejaman Israel, dan menciptakan kesetaraan palsu dalam konflik yang sangat tidak seimbang ini.

Peran Raffi Berg dalam Budaya Propaganda Israel di BBC

Menurut seorang jurnalis BBC lainnya, Berg memainkan peran penting dalam budaya propaganda Israel yang sistematis di BBC. ”Sangat besar kekuasaannya (di BBC) itu luar biasa,” kata mantan jurnalis BBC tersebut.

Seorang jurnalis lain mengungkapkan rasa takut ekstrem di BBC ketika berbicara mengenai Israel atau Palestina. “Jika Kamu ingin mengajukan ide terkait Israel atau Palestina, editor akan berkata: ‘Jika Kamu ingin mengajukan sesuatu, Kamu harus melalui Raffi dan mendapatkan persetujuannya’,”.

Dalam satu kasus, Berg meremehkan tuduhan Amnesty International yang menyebutkan bahwa Israel melakukan genosida di Gaza. Berg memilih judul yang menyatakan, “Israel Menolak Klaim Genosida yang “Dibuat-buat” untuk menggambarkan laporan Amnesty, dan bahkan menunda publikasi artikel tersebut selama 12 jam untuk menekan jangkauan online-nya.

Laporan Amnesty International tersebut tidak pernah dibahas dalam program berita unggulan BBC seperti News At OneNews At Six, atau News At Ten di BBC One, atau program acara berita utama Newsnight di BBC Two.

Pro-Israel Bias Terlihat Jelas dalam Bahasa yang Digunakan BBC

Berg, yang menulis buku yang memuji operasi rahasia Mossad, memiliki pengaruh besar dalam membentuk persepsi perang genosida Israel terhadap Gaza, mengingat situs berita BBC adalah yang paling banyak dikunjungi di internet, dengan lebih dari 1,1 miliar kunjungan hanya pada bulan Mei 2024.

Perang genosida Israel di Gaza telah merenggut lebih dari 45.000 nyawa penduduk Palestina, di mana sebagian besar adalah Perempuan dan anak-anak, serta menghancurkan hampir semua lini kehidupan dan nyaris semua bangunan di seluruh Jalur Gaza, termasuk tempat ibadah, sekolah, universitas, dan rumah sakit.

Bias pro-Israel yang diterapkan oleh Berg terlihat jelas dalam pilihan kata yang digunakan untuk melaporkan perang ini. Sementara berita yang mengacu pada Hamas sering kali menggunakan kata-kata seperti “pembantaian, pemunahan, dan kekejaman,” kata-kata tersebut bahkan jika ada cukup jarang digunakan ketika bersinggungan dengan kejahatan Israel.

Pemberitaan BBC yang Menghindari Tanggung Jawab Israel
Dalam satu kasus, BBC memuat berita dengan judul yang menyembunyikan tanggung jawab Israel atas pembunuhan satu keluarga dalam serangan roket. “Israel Gaza: Ayah Kehilangan 11 Anggota Keluarga dalam Satu Ledakan,” demikian judulnya.

Menurut Drop Site, ketika BBC menyebut Israel sebagai pelaku, sering kali disertai dengan kata “dilaporkan” sebagai penyangkalan. BBC juga menggunakan eufemisme yang disukai oleh tentara Israel untuk menyembunyikan kejahatan perang pasukannya, misalnya menggambarkan pemindahan paksa atau pembersihan etnis warga Palestina sebagai “evakuasi.”

Kebijakan Penyensoran dalam Pemberitaan Perang Israel-Gaza di BBC

Salah satu contoh adalah ketika BBC menggambarkan pengepungan total yang dilakukan oleh Israel di Gaza dengan judul, “Israel Berencana Memutus Hubungan Gaza Setelah Perang dengan Hamas.” Pernyataan Menteri Pertahanan Yoav Gallant yang secara terbuka berjanji untuk memberlakukan “pengepungan total” terhadap Gaza sambil menyebut warga Palestina sebagai “hewan manusia”, hanya disebutkan sekali dalam seluruh pemberitaan online BBC.

Para jurnalis yang berbicara dengan Drop Site mengungkapkan bahwa mereka telah mengajukan permintaan khusus kepada manajemen BBC untuk menyeimbangkan pemberitaan tersebut, tetapi permintaan mereka diabaikan.

“Banyak dari kami sudah menyuarakan keprihatinan bahwa Raffi Berg memiliki kekuasaan untuk merubah setiap cerita, dan kami diabaikan,” kata seorang jurnalis. “Hampir setiap koresponden (BBC) yang Kamu kenal memiliki masalah dengannya,” ujar seorang jurnalis lain. “Namanya telah disebutkan dalam berbagai rapat, tetapi manajemen BBC terus mengabaikannya.”

Jurnalis tersebut mengatakan bahwa mereka mendesak agar laporan-laporan menekankan bahwa Israel tidak memberikan akses kepada BBC untuk Gaza, bahwa jaringan harus menghentikan praktik menyajikan versi resmi Israel sebagai fakta, dan bahwa BBC harus lebih banyak memberikan konteks mengenai pendudukan Israel serta fakta bahwa penduduk Palestina di Jalur Gaza mayoritasnya adalah keturunan pengungsi yang dipaksa meninggalkan rumah dari tanah Palestina sejak 1948 yang saat ini telah menjadi tanah negara Israel.

Genosida Berlanjut

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Rabu (25/12), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 45.361 orang dan 107.803  lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 822 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel telah membunuh 3.962 penduduk Lebanon dan lebih dari 16.520 terluka sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: The Cradle, Mondoweiss)

 

 

You might also like