New York, NPC – Politikus keturunan Palestina, Aber Kawas, sebagaimana dilansir Aljazeera, pada Kamis (25/06/2026), selangkah lagi mencatatkan sejarah setelah memenangkan pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat Negara Bagian New York dengan meraih sekitar 60 persen suara.
Kemenangan tersebut membuka jalan bagi Kawas menjadi muslimah keturunan Palestina pertama yang mendekati pusat pengambilan keputusan politik di Amerika Serikat. Dalam pencalonannya, ia mendapat dukungan dari Wali Kota New York, Zohran Mamdani.
Qawas, yang lahir di New York dari keluarga Palestina, berhasil meraih pencapaian politik itu meski menghadapi berbagai kampanye hitam sejak mengumumkan pencalonannya. Serangan tersebut datang dari sejumlah tokoh sayap kanan dan akun-akun yang mendukung Israel.
Sepanjang masa kampanye, Kawas mengusung isu-isu imigrasi dan tingginya biaya hidup. Ia juga menyerukan penghentian pendanaan terhadap “genosida di Gaza”.
Perjalanan politiknya tak lepas dari pengalaman hidup keluarganya. Keluarga Kawas terusir dari Palestina pada 1948 dan mengungsi ke Yordania sebelum kemudian bermigrasi ke Amerika Serikat untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Namun, ayahnya kemudian ditahan oleh otoritas imigrasi Amerika Serikat dan dideportasi kembali ke Yordania.
Mengenang pengalaman tersebut, Kawas mengatakan kepada Al Jazeera, “Ayah saya adalah satu dari ribuan orang yang berakhir di pusat penahanan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE), lalu dideportasi dari negara ini.”
Kawas mengatakan identitasnya sebagai warga keturunan Palestina menjadi alasan utama yang mendorongnya maju sebagai calon senator. Namun, identitas yang sama juga sempat membuatnya kehilangan kepercayaan terhadap politik elektoral selama bertahun-tahun.
Ia menilai kampanyenya merupakan bagian dari gelombang perubahan politik yang berkembang di New York dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, pencalonannya merupakan kelanjutan dari “kemenangan rakyat” yang tercermin dalam keberhasilan Zohran Mamdani memenangi pemilihan wali kota New York pada musim panas tahun lalu.
Kawas memperoleh dukungan luas dari para pendukung Mamdani serta organisasi Democratic Socialists of America (DSA), yang mendorongnya untuk maju dalam pemilihan dan menjadi salah satu kekuatan utama di balik kemenangannya. Sejumlah organisasi dan kelompok lain juga memberikan dukungan sejak awal kampanye.
Menurut Kawas, ia tidak mewakili satu kelompok tertentu. Ia ingin membawa suara komunitas-komunitas yang selama ini terpinggirkan serta aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan ke dalam lembaga-lembaga pembuat kebijakan di Negara Bagian New York.
Sementara itu, sejumlah politikus Partai Demokrat yang dikenal pro-Israel menghadapi tantangan yang semakin besar untuk mempertahankan posisi politik mereka. Hal itu terjadi seiring menguatnya pengaruh faksi progresif di tubuh Partai Demokrat serta meningkatnya kritik para pemilih terhadap kebijakan Israel, terutama setelah pecahnya perang di Gaza.
(T.FJ/S: Aljazeera)