Gaza, NPC – Surat kabar Aljazeera, Rabu (11/09/2024), melaporkan bahwa mereka berhasil mendapatan banyak cerita dari para saksi dan penyintas serangan mematikan Israel terhadap warga Palestina yang mengungsi di Al-Mawasi.
“Kami duduk sekitar satu kilometer dari lokasi pengeboman. Kami sedang tidur ketika lima rudal menghujani seperti sabuk api,” kata Ibrahim Al-Bahsheti, seorang warga Palestina yang tinggal di tenda dekat lokasi pengeboman.
“Setelah itu, tenda-tenda tampak seperti baru saja dihantam gempa bumi. Tanahnya terbalik,” katanya.
Seorang wanita lainnya mengatakan bahwa dia merasakan “ketakutan yang tak terbayangkan”.
“Kami sedang tidur di tenda ketika rudal jatuh di samping kami. Kami selamat karena keajaiban. Saya tidak pernah membayangkan akan selamat. Kami masih dalam keadaan syok,” kata Ibtisam Al-Shaker, yang telah tinggal di Al-Mawasi selama enam bulan terakhir.
“Semuanya jatuh menimpa kami. Anak-anak kami terkubur di pasir. Kami berlari keluar sambil berteriak dan kami hanya bisa melihat kepala mereka terkubur di bawah pasir,” katanya kepada Al Jazeera.
“Kami sudah muak dengan kehidupan ini. Saya kira ada enam rudal yang jatuh menimpa kami. Kami tidak bisa menghitungnya, tetapi pemandangannya mengerikan,” tambahnya.
Militer Israel, Selasa subuh waktu Palestina (10/09), kembali melakukan serangan ke distrik dimana para pengungsi menyelamatkan diri di Gaza. Serangan yang terjadi di Al-Mawasi, Khan Yunis, tersebut menewakan 40 orang dan menyebabkan 60 lainnya luka-luka.
(T.HN/S: Aljazeera)