Gaza, NPC – Kantor Pemerintah Kota Rafah di selatan Jalur Gaza, pada Senin (24/03/2025), telah mengeluarkan pernyataan mendesak terkait situasi bencana di kawasan Tel al-Sultan di bagian barat kota tersebut.
Berdasarkan laporan pemerintah kota, saat ini daerah tersebut sedang menghadapi genosida, dengan ribuan penduduk sipil terperangkap di bawah serangan bom Israel yang terus-menerus.
Serangan udara yang intens dan serangan darat telah membuat para penduduk Palestina di kawasan tersebut kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air, dan perawatan medis.
Komunikasi dengan kawasan tersebut telah sepenuhnya terputus, sehingga mempersulit keluarga untuk meminta bantuan. Sementara itu, jumlah korban jiwa di Gaza telah meningkat menjadi 31 sejak awal Senin (24/03).
Pernyataan pemerintah kota menggambarkan situasi yang sangat memprihatinkan di Tel el-Sultan, di mana para korban luka meninggal akibat kehabisan darah karena layanan kesehatan telah benar-benar tidak berfungsi.
Berdasarkan laporan pemerintah kota, anak-anak menderita kelaparan dan kehausan, sementara pengepungan terus menghalangi setiap kemungkinan bantuan. Penduduk Palestina di daerah ini pada dasarnya hidup di bawah hujan tembakan yang tak henti-hentinya, tanpa harapan untuk bisa melarikan diri.
Penduduk sipil yang terpaksa mengungsi dan mencoba melarikan diri dilaporkan ditembak oleh kendaraan militer Israel, mengakibatkan beberapa orang terluka. Tim medis yang berusaha mengevakuasi korban luka dan mengambil jenazah terhalang oleh pasukan Israel, memperburuk kondisi yang sudah sangat buruk.
Seiring dengan meningkatnya serangan udara Israel, sumber medis melaporkan tambahan korban jiwa di seluruh Jalur Gaza.
Dalam salah satu insiden, serangan udara Israel menargetkan tenda-tenda pengungsi di daerah Al-Mawasi, membunuh lima penduduk Palestina. Beberapa orang lainnya, termasuk anak-anak, meninggal dunia dalam serangan udara yang menargetkan rumah dan tempat penampungan untuk keluarga pengungsi di Khan Yunis, Shuja’iyya, dan Gaza Tengah.
Dalam perkembangan yang sangat mengkhawatirkan, pasukan Israel membom Kompleks Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, mengakibatkan kerusakan signifikan pada ruang bedah rumah sakit tersebut dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa di kalangan pasien dan staf medis.
Serangan ini membuat Departemen Bedah Rumah Sakit Nasser tidak dapat beroperasi, semakin memperburuk krisis kesehatan yang sudah sangat parah di wilayah tersebut. Pemboman fasilitas kesehatan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan menunjukkan adanya penargetan sengaja terhadap infrastruktur sipil yang sangat penting dalam konflik yang sedang berlangsung.
(T.FJ/S: Palestine Chronicle)