Presiden Sementara Suriah Siap Berdialog dengan Israel: “Kita Punya Musuh Bersama”

Damaskus, NPC – Presiden sementara Suriah, Ahmad Al-Sharaa, sebagaimana dilansir The Cradle, pada Sabtu (31/05/2025), menyatakan dalam sebuah wawancara dengan Jewish Journal bahwa Suriah dan Israel memiliki “musuh bersama” dan dirinya siap berdialog dengan Tel Aviv apabila terdapat “jalur yang jelas menuju koeksistensi.”

“Era serangan balasan yang tiada akhir harus dihentikan. Tidak ada negara yang bisa berkembang jika langitnya dipenuhi rasa takut. Realitanya, kita memiliki musuh yang sama, dan kita bisa memainkan peran penting dalam keamanan regional,” kata Sharaa, yang sebelumnya dikenal sebagai pemimpin Al-Qaeda, Abu Mohammad al-Julani, kepada media yang berbasis di Los Angeles tersebut.

“Perdamaian harus dibangun melalui rasa saling menghormati, bukan ketakutan. Kami siap berdialog jika ada kejujuran dan jalur yang jelas menuju koeksistensi — dan kami akan mundur jika tidak ada hal tersebut,” tambahnya.

Sharaa juga menyatakan dukungan untuk menghidupkan kembali prinsip-prinsip Perjanjian Pemisahan 1974 (Dofa Accord), yang ia sebut sebagai kerangka potensial untuk “menahan diri secara bersama dan melindungi warga sipil”.

Pernyataan dari presiden de facto ini muncul di tengah laporan media Barat yang menyebut bahwa pejabat Suriah dan Israel telah melakukan pembicaraan langsung dalam beberapa minggu terakhir guna mencegah eskalasi konflik di sepanjang perbatasan yang mereka bagi.

Setelah kelompok bersenjata ekstremis yang dipimpin Sharaa mengambil alih kekuasaan di Suriah pada bulan Desember, Israel dengan cepat berhasil menghancurkan kemampuan militer negara Suriah dan menduduki sebagian besar wilayah Suriah di Dataran Tinggi Golan, Quneitra, dan Deraa.

“Ada pembicaraan tidak langsung dengan Israel melalui mediator untuk meredam dan mencoba menyerap situasi agar tidak lepas kendali dari kedua belah pihak,” ujar Sharaa awal bulan ini, sambil menyebut serangan udara Israel yang terus berlanjut di wilayah Suriah sebagai “intervensi acak”.

Ia juga mengungkapkan bahwa Damaskus tengah berbicara dengan negara-negara yang memiliki jalur komunikasi dengan Israel untuk “memberikan tekanan agar menghentikan intervensi dalam urusan Suriah dan pengeboman terhadap beberapa infrastruktur kami”.

Sementara itu, Israel terus melanjutkan perang genosida Israel di Gaza yang hingga kini telah membunuh sedikitnya 54.381 penduduk Palestina dan melukai 124.054 orang lainnya berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

Kantor Media Pemerintah Gaza memperbarui jumlah korban jiwa menjadi lebih dari 61.700, dengan mengatakan ribuan penduduk Palestina lainnya masih hilang di bawah reruntuhan yang diduga telah meninggal dunia.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

You might also like