Jenin, NPC – Setelah melakukan gencatan senjata di Jalur Gaza, Israel terus melanjutkan perang di sisi lain Palestina. Tentara penjajah Israel membunuh enam penduduk Palestina di Jenin dan Tulkarm, pada Sabtu malam (01/02/2025) di Tepi Barat yang diduduki, seiring dengan semakin intensnya operasi militer Israel di wilayah tersebut.
Sejumlah sumber Palestina melaporkan kepada Al-Jazeera bahwa sebuah drone Israel membom sebuah kendaraan di Qabatiya, selatan Jenin, yang menyebabkan banyak korban jiwa dan luka-luka. Angkatan Udara Israel juga membom sebuah sepeda motor di kawasan timur Jenin, yang merupakan serangan kedua pada malam itu. Serangan ini membunuh dua penduduk Palestina dan melukai satu lainnya.
Sebagai respons, pejuang-pejuang perlawanan Palestina menargetkan pasukan penjajah Israel dengan perangkat peledak dan terlibat dalam bentrokan di kota Araba, selatan Jenin.
Brigade Al-Qassam, Brigade Al-Quds, dan Brigade Syuhada Al-Aqsha mengeluarkan pernyataan terpisah yang mengonfirmasi bahwa para pejuang mereka terlibat dalam konfrontasi sengit di kawasan timur Jenin. Pasukan penjajah Israel mengepung wilayah tersebut dan melakukan penggerebekan besar-besaran.
Sebelumnya, seorang anak berusia 14 tahun, Ahmed Abdel Halim Al-Saadi, dibunuh Israel dan dua lainnya mengalami luka-luka dalam serangan udara Israel di kawasan timur Jenin. Jumlah korban jiwa terbaru ini menjadikan total penduduk Palestina yang dibunuh di Jenin mencapai 21 orang sejak Israel meluncurkan operasi militernya pada 21 Januari.
Pasukan Israel juga menghancurkan lebih dari enam rumah di kamp pengungsi Jenin seiring operasi militer yang telah memasuki hari kedua belas berturut-turut. Alat berat militer terus menghancurkan dan meratakan rumah-rumah, serta membuka jalan di dalam kamp, dengan jumlah total rumah yang dihancurkan melebihi 100 sejak pelaksanaan “Operasi Tembok Besi” pada 21 Januari.
Pembantaian Berlanjut di Tulkarm: Penduduk Palestina Dibunuh dan Rumah-Rumah Dihancurkan
Di Tulkarm, sumber medis mengungkapkan kepada Al-Jazeera bahwa seorang penduduk Palestina dibunuh tentara Israel Israel di kamp pengungsi Tulkarm. Tentara penjajah Israel mengepung ketat daerah tersebut, menurunkan pasukan ke seluruh kawasan, sementara penembak jitu diposisikan di gedung-gedung tinggi sekitarnya.
Saksi mata memberitakan kepada agen berita Palestina WAFA bahwa pasukan Israel memaksa penduduk Palestina untuk mengungsi dari rumah mereka di beberapa kawasan, termasuk Al-Nadi, Al-Shuhada, Al-Ghanem, Al-Matar, dan Abu Al-Foul. Ledakan terdengar di dalam kamp Tulkarm dan tentara penjajah Isael juga merobohkan beberapa rumah warga Palestina di kamp.
Militer Israel telah menyerbu Tulkarm dan kamp-kamp pengungsi di sana selama enam hari berturut-turut. Sejak operasi dimulai, tiga penduduk Palestina dibunuh Israel di kota tersebut.
Razia di Seluruh Tepi Barat: Tangkapan dan Penggeledahan Rumah Meningkat
Pada subuh hari Sabtu, pasukan Israel menggeledah beberapa kota dan desa di Tepi Barat, melakukan penangkapan dan penggeledahan rumah. Berdasarkan laporan Al-Jazeera, pasukan Israel menyerbu Dura, selatan Hebron (Al-Khalil), Ein Qiniya dekat Ramallah, kamp Balata dan Ein di Nablus, serta Beit Fajjar dekat Bethlehem. Rumah-rumah Palestina juga digeledah di Qalqilya.
Di Tulkarm, patroli kaki pasukan Israel bergerak melalui lingkungan barat, selatan, dan timur kota, menggeledah rumah-rumah, memeriksa identitas, dan mengubah beberapa bangunan hunian serta komersial menjadi pos-pos militer, tempat penembak jitu ditempatkan di atap gedung.
WAFA juga melaporkan bahwa tentara Israel meluncurkan drone pengawasan sepanjang malam di pasar sayur kota, sementara pasukan darat menyerbu pemakaman barat kota, melakukan penggeledahan di sekitar area tersebut.
(T.FJ/S: Aljazeera, Palestine Chronicle)