Gaza, NPC – Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza, pada Jumat (22/11/2024), mengumumkan bahwa pasokan oksigen dan air habis di Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara akibat serangan udara Israel yang mengebom bangunan dan fasilitas tersebut pada malam sebelumnya.
Kerusakan Parah pada Infrastruktur Rumah Sakit dan Risiko Kesehatan yang Mengancam
Pernyataan Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa serangan udara tersebut menghancurkan generator utama rumah sakit dan merusak tangki air, meninggalkan rumah sakit tanpa oksigen dan air. Situasi ini menciptakan keadaan darurat yang sangat berbahaya bagi nyawa pasien dan staf medis yang bekerja di fasilitas tersebut.
Saat ini, rumah sakit tersebut merawat 80 pasien, dengan 8 di antaranya berada di unit perawatan intensif. Serangan udara juga menyebabkan 6 anggota staf medis terluka, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.
Jumlah Korban Terus Meningkat Akibat Serangan Udara Israel di Gaza
Serangan udara Israel pada hari hari Kamis (21/11/2024), menyebabkan 90 orang meninggal dunia, semakin memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza Utara. Selain itu, pesawat drone Israel menjatuhkan beberapa bom di area Rumah Sakit Kamal Adwan, yang melukai beberapa orang, termasuk Dr. Saeed Joudah dan sejumlah penduduk sipil.
Pesawat tempur Israel melakukan lebih dari 10 serangan udara di kawasan Al-Radiah dan Al-Mansheya di Beit Lahiya. Tentara Israel juga memberlakukan blokade tembakan di sekitar sekolah “Abu Tamam”, yang menampung ribuan pengungsi di kawasan tersebut.
Situasi di Gaza semakin memburuk seiring berlanjutnya serangan, dan kekurangan pasokan penting seperti oksigen dan air di fasilitas medis kritis seperti Rumah Sakit Kamal Adwan menyoroti semakin dalamnya krisis kemanusiaan.
Genosida Berlanjut dan Korban Jiwa Meningkat
Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat dan sejumlah kawasan di Lebanon. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada hari Jumat (22/11/2024), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pengeboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 44.056 orang dan 104.268 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pengeboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.
Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem Timur, di mana lebih 793 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.
Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 3.558 penduduk Lebanon dan lebih dari 15.123 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.
(T.FJ/S: The Cradle, Mondoweiss)