Pembantaian Israel Semakin Mengerikan di Jalur Gaza

Palestinians make their way as they inspect the damages after Israeli forces withdrew from a part of Jabalia refugee camp, following a raid, in the northern Gaza Strip, May 30. REUTERS/Mahmoud Issa

Gaza, NPC – Selama 24 jam terakhir, hingga hari Minggu (02/11/2024), sebanyak 55 penduduk Palestina syahid dan hampir 200 lainnya mengalami luka-luka di seluruh Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir ketika pesawat tempur dan pasukan Israel terus menghancurkan wilayah Gaza.

“Pasukan Israel membunuh 55 orang dan melukai 192 lainnya dalam tujuh pembantaian terhadap sejumlah keluarga (Palestina) dalam 24 jam terakhir,” kata Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza.

Media lokal Palestina di utara Jalur Gaza melaporkan bahwa dua penduduk Palestina lainnya dibunuh Israel ketika mereka menyerang kawasan Nazla di Jabalia dan daerah sekitar Klinik Muscat di kawasan Sabra, Gaza City.

Selain itu, tiga anak mengalami luka-luka pada Sabtu sore ketika drone Israel menyerang sebuah klinik yang tengah melaksanakan operasi vaksinasi polio di kawasan Sheikh Radwan, Kota Gaza.

Pada hari Jumat (01/11), Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat serangan Israel telah mencapai 43.314 jiwa, dengan tambahan 102.019 orang terluka. Namun, puluhan ribu lainnya masih terperangkap di bawah puing-puing bangunan karena Israel secara sengaja menyerang tim pencarian dan penyelamatan, serta menggunakan taktik untuk menghancurkan korban dengan cara yang kejam.

Di utara Jalur Gaza, puluhan ribu penduduk Palestina masih terjebak tanpa makanan, obat-obatan, atau akses ke layanan darurat akibat blokade tentara Israel.

“Seluruh populasi Palestina di utara Jalur Gaza berada dalam risiko kematian yang sangat tinggi akibat penyakit, kelaparan, dan kekerasan,” kata Joyce Msuya, Kepala Bantuan Sementara PBB, serta pimpinan UNICEF dan World Food Programme (WFP).

Bantuan kemanusiaan tidak dapat memenuhi kebutuhan yang semakin besar akibat kendala akses. Barang-barang dasar yang menyelamatkan nyawa tidak tersedia. Para pekerja kemanusiaan tidak aman untuk menjalankan tugas mereka dan terhalang oleh pasukan Israel serta kondisi keamanan yang tidak memungkinkan untuk mencapai warga yang membutuhkan.

Seiring memburuknya kondisi, tentara Israel pada hari Sabtu mengumumkan pengerahan tim tempur brigade Kfir ke kamp pengungsi Jabalia. Hal ini menandai masuknya tentara ini ke wilayah tersebut dalam setahun terakhir, sementara para pejuang Palestina terus melakukan perlawanan terhadap tentara penjajah Israel yang menyerang.

Genosida Berlanjut

Sejak tanggal 7 Oktober 2023 hingga saat ini, dengan dukungan Amerika dan Eropa, tentara Israel terus melanjutkan genosida penduduk Palestina di Jalur Gaza dan juga melakukan serangan di berbagai kawasan di Tepi Barat. Pesawat tempur Israel mengebom kawasan di sekitar rumah sakit, gedung, apartemen, dan rumah penduduk sipil Palestina. Israel juga mencegah dan memblokade masuknya air, makanan, obat-obatan, dan bahan bakar ke Jalur Gaza.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, pada Kamis (31/10), mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa akibat pemboman Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 lalu telah meningkat menjadi sekitar 43.204 orang dan 101.641 lainnya mengalami luka-luka, di mana mayoritas korban korban jiwa pemboman Israel adalah anak-anak dan perempuan. Lebih 10.000 orang dinyatakan hilang, di tengah kerusakan besar-besaran pada bidang kesehatan dan infrastruktur, serta krisis kelaparan yang merenggut nyawa puluhan anak-anak.

Sementara itu, kekejaman Israel juga meningkat di Tepi Barat termasuk Yerusalem timur, di mana lebih 766 penduduk Palestina dibunuh Israel, termasuk 146 anak-anak, sejak 7 Oktober 2023. Lebih 5.600 penduduk Palestina terluka akibat kekerasan dan kejahatan tentara dan pemukim ilegal Israel.

Israel juga melakukan pembantaian di Lebanon, dengan rutin menyerang wilayah selatan Lebanon dan bahkan menyerang Beirut, ibu kota Lebanon. Israel membunuh 2.822 penduduk Lebanon dan lebih dari 12.937 terluka akibat serangan Israel sejak 8 Oktober 2023.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

You might also like