Pelanggaran Gencatan Senjata Terbaru: Israel Bantai 14 Penduduk Palestina Selama 24 Jam di Jalur Gaza

Gaza, NPC – Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengeluarkan pernyataan pada Rabu (15/07/2026) yang mengungkapkan bahwa 14 penduduk Palestina meninggal dunia dalam 24 jam terakhir akibat serangan terbaru Israel yang menargetkan Jalur Gaza dan mengakibatkan lebih banyak korban. Serangan ini merupakan pelanggaran terbaru Israel terhadap gencatan senjata yang telah disepakati sejak Oktober 2025.

Satu serangan pada Rabu sore menghantam Khan Yunis di Gaza selatan, melukai enam orang, termasuk satu orang kritis.

Seorang penduduk sipil Palestina lainnya terluka akibat tembakan Israel setelah menjadi sasaran Israel saat berada di tenda di daerah pesisir Mawasi, daerah yang menampung penduduk sipil yang mengungsi secara paksa, yang secara konsisten menjadi sasaran tembakan, drone, dan pesawat tempur Israel.

Serangan udara Israel juga meratakan sebuah gedung apartemen di Deir al-Balah, wilayah tengah Jalur Gaza, pada hari Rabu (15/07), yang membunuh seorang pria, istrinya, dan putri mereka yang berusia enam tahun.

Petugas medis Palestina mengidentifikasi tiga korban sebagai Omar Abu Qassem, istrinya Asma, dan putri mereka Habeeba, menambahkan bahwa putra mereka yang berusia empat tahun, Sami, selamat dari serangan tersebut dengan luka-luka.

“Sejumlah korban masih terjebak di bawah reruntuhan dan tergeletak di jalanan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil masih belum dapat menjangkau mereka,” kata Kementerian Kesehatan Palestina.

Lebih dari 1.120 penduduk Palestina telah meninggal dunia sejak rencana gencatan senjata yang didukung AS diluncurkan pada Oktober 2025.

Sementara itu, berdasarkanb laporan koresponden Al Mayadeen, Israel telah membunuh 16 penduduk Palestina di Gaza dalam 24 jam, termasuk perempuan, anak-anak, dan petugas polisi.

Tel Aviv telah meningkatkan pelanggaran dan pemboman brutalnya di Gaza dalam beberapa pekan terakhir, sementara secara bersamaan mempertahankan operasi pendudukan dan pembersihan etnis yang brutal di Lebanon.

Israel mengatakan pada hari Rabu bahwa salah satu serangannya di Gaza pada hari Selasa (14/07) membunuh dua pemimpin dari sayap militer Hamas, Brigade Qassam.

Pekan lalu, Hamas mengumumkan pengunduran diri Komite Darurat pemerintah Gaza, yang secara efektif membubarkan pemerintahan yang dipimpin oleh kelompok perlawanan yang telah mengawasi Jalur Gaza selama sekitar dua dekade.

Langkah ini dilakukan sebagai persiapan untuk menyerahkan wewenang kepada komite teknokrat Palestina yang didukung AS. Israel terus melarang komite ini memasuki Jalur Gaza. Hamas mengatakan pembubaran itu adalah bentuk komitmen terhadap perjanjian gencatan senjata.

Media Israel mengecilkan langkah tersebut dan menyebutnya sebagai langkah “simbolis” yang akan memiliki “sedikit efek”.

Pada bulan Januari, Presiden AS Donald Trump meluncurkan “Dewan Perdamaian”, yang digambarkan sebagai langkah untuk mengakhiri perang. Dewan ini tampaknya tidak mau atau tidak mampu mencegah serangan udara Israel yang hampir setiap hari terjadi dan perluasan pendudukan Tel Aviv di Gaza.

Pada akhir Juni, media Israel mengatakan Hamas mempersenjatai diri kembali dengan kecepatan yang mengkhawatirkan dan Tel Aviv harus melanjutkan perang habis-habisan melawan Jalur Gaza.

(T.FJ/S: The Cradle)

Agresi Israel,Blokade Gaza,Genosida Gaza,Israel,Jalur Gaza,Krisis Kemanusiaan,Palestina,Pelanggaran Hukum Internasional,Timur Tengah

 

You might also like