PBB: Pemukim Israel Lakukan 71 Serangan terhadap Palestina dalam Sepekan di Tepi Barat

Yerusalem, NPC – Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dirilis pada Kamis (16/10/2025), pemukim ilegal Israel melakukan 71 serangan terhadap penduduk Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat antara 7 hingga 13 Oktober 2025.

Serangan-serangan tersebut kebanyakan di antaranya menggunakan senjata api yang mengakibatkan satu orang penduduk Palestina meninggal dunia dan 99 lainnya luka-luka. Hal ini telah dicatat dan didokumentasikan oleh Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA).

Sebagian besar serangan pemukim Israel terjadi di area pertanian, bertepatan dengan dimulainya musim panen zaitun. Sedikitnya 27 desa Palestina terdampak, dan hampir setengah dari seluruh insiden yang dilaporkan berkaitan langsung dengan panen yang dimulai pada 9 Oktober.

Di kota Deir Jarir, sebelah timur Ramallah, pemukim Israel bersama pasukan militer melepaskan tembakan ke arah penduduk Palestina setelah pemukim melempari kendaraan Palestina dengan batu. Insiden ini menyebabkan seorang pria berusia 26 tahun meninggal dunia tertembak dan dua orang lainnya luka-luka.

Penyerangan tersebut terjadi setelah berbulan-bulan ekspansi pemukim di wilayah itu, termasuk pendirian pos pemukim baru dan pembangunan jalan yang menghubungkan pangkalan militer Israel ke pintu masuk barat desa.

Dua hari setelahnya, pemukim Israel bersenjata senapan dan pentungan menyerbu desa Atara, yang juga berada di wilayah Ramallah, menyerang penduduk dan menembaki kendaraan Palestina. Tiga orang terluka dalam insiden tersebut, termasuk seorang pria berusia 74 tahun. Pasukan Israel kemudian menutup akses masuk desa selama beberapa jam dan menembakkan gas air mata ke arah penduduk Palestina.

OCHA mencatat bahwa serangan pemukim Israel di Atara meningkat tajam sejak pendirian pos pemukim ilegal baru di dekat desa pada Agustus lalu.

Pada 13 Oktober, pemukim ilegal yang didampingi oleh tentara Israel menyerang sebuah keluarga Palestina yang sedang memanen anggur di Beit Fajjar, wilayah Bethlehem. Empat orang terluka, termasuk seorang sopir ambulans Bulan Sabit Merah Palestina. Para pemukim melepaskan anjing, melempar bom molotov, dan membakar mobil van milik keluarga tersebut.

Di desa Burqa, wilayah Ramallah, pemukim yang diyakini berasal dari pos Ramat Migron menebangi lebih dari 800 bibit pohon zaitun dan merusak tangki-tangki air milik warga.

Sementara itu, di desa Al-Jwaya dekat Hebron, bom molotov yang dilemparkan pemukim membakar habis tenda milik sebuah keluarga, menyebabkan lima orang kehilangan tempat tinggal.

Menurut Komisi Perlawanan terhadap Permukiman dan Tembok Apartheid, sejak awal September, pasukan Israel dan pemukim Yahudi telah melakukan sedikitnya 158 serangan terhadap petani zaitun di seluruh wilayah pendudukan Tepi Barat.

Sejak Januari tahun ini, lebih dari 3.200 penduduk Palestina terluka di wilayah pendudukan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, menandai peningkatan hampir 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sejak 7 Oktober 2023, tercatat telah terjadi 7.154 serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap penduduk dan properti Palestina di wilayah Tepi Barat. Hampir 1.000 penduduk Palestina telah dibunuh oleh tentara dan pemukim Israel dalam periode yang sama, termasuk lebih dari 200 anak-anak.

OCHA juga melaporkan bahwa satu dari tiga permohonan izin medis penduduk Palestina untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit Yerusalem Timur atau wilayah Israel ditolak atau mengalami penundaan. Petugas ambulans pun terus mengalami serangan dan hambatan dari pemukim maupun tentara Israel.

Awal tahun ini, pasukan Israel melakukan serangan dan penggerebekan di Jenin dan Tulkarem, dengan menutup akses ke rumah sakit dan menghalangi ambulans mencapai korban luka. Tenaga medis diinterogasi, sebagian ditahan, dan sejumlah unit gawat darurat dikepung selama berjam-jam.

Taktik pengepungan yang melumpuhkan sistem kesehatan di Jenin itu kini meluas ke wilayah utara Tepi Barat, menyebabkan banyak kota terputus dari layanan medis dan layanan penting lainnya.

(T.FJ/S: The Cradle)

 

You might also like