Jalur Gaza, NPC – Bekerja sama dengan Nusantara Palestina Center (NPC), DT Peduli dan Tangguh Imun menyerahkan bantuan berupa sembako kepada anak-anak Gaza penghahal Al-Quran di Kota Deir Balah, Wilayah Gaza Tengah, Palestina.
Tim NPC yang berada di Gaza menyerahkan secara langsung kepada pihak penerima dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di wilayah setempat.
Pembagian bantuan ini adalah kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya. Terdapat 500 paket sembako yang dibagikan secara gratis kepada anak-anak Gaza tersebut. Setiap paket sembako yang dibagikan itu berisi beras, gula pasir, kacang-kacangan, daging, sari buah, minyak wijen, tahini, teh, dan jenis sembako lainnya.
Selain paket sembako, mereka juga menerima paket iftar untuk berbuka puasa. Apapun menu utama paket iftar ini adalah ayam masywī dengan ukuran besar di setiap porsinya. Hal ini sesuai dengan planning show yang telah direncanakan.
Diketahui, selaian sebanyak 140 anak Palestina penghafal Al-Quran yang menerima bingkisan sembako traktir lima negara kiriman dari kaum Muslimin Indonesia, bantuan sembako dan paket iftar juga dibagikan kepada keluarga yatim dan kaum duafa.
Pembagian paket sembako ini dilaksanakan di halaman Masjid Daarut Tauhiid di Kota Deir Balah.
Hudzaifah Abu Ayyuti, seorang remaja Palestina penghafal Al-Quran, menuturkan bahwa dirinya merasa sangat senang sekali menerima paket bantuan tersebut. Bahkan ia terkejut dan surprise di awal bulan Ramadan, ia dan teman-temannya sesama penghafal Al-Quran mendapat paket batuan yang bertuliskan kalimat “Ramadan Peduli Negeri.”
Lebih lanjut, kata Hudzaifah Abu Ayyuti, dirinya akan semakin rajin dalam menjaga hafalan Al-Quran yang ia miliki.
Ia pun mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada DT Peduli atas bantuan yang telah diberikan.
“Ini benar-benar kejutan, awal Ramadan kami dapat paket sembako dari donatur DT Peduli, semakin rajin jaga hafalan Quran-ku. Syukron DT Peduli,” katanya.
Senada dengan Hudzaifah Abu Ayyuti, Yahya Iyad seorang remaja berusia 12 tahun yang hafal Quran dan juga merupakan salah satu murid Baitul Quran DT Peduli, menyatakan sangat bergembira dengan adanya bantuan paket sembako dan iftar tersebut. Dirinya juga mendoakan keberkahan bagi para donatur yang baik hati yang telah mendermakan sebagaian karunia Allah, Swt., kepada mereka.
“Saya anak yatim, saya mendapat santunan beasiswa dari DT Peduli dan Ramadan tahun ini saya kembali mendapat paket sembako dari donatur DT Peduli, barakallahu fikum DT Peduli, tuturnya.
Sementara itu, Syada Ismail Syihad, seorang remaja berusia 13 tahun yang juga salah satu murid Baitul Quran DT Peduli di Masjid Daarut Tauhiid Gaza itu, mengekspresikan kegembiraannya saat menerima paket bantuan tersebut. Ia menuturkan, di bulan suci Ramadan tahun ini dirinya bisa makan enak.
“Saya hafal Quran 30 juz, saya murid Baitul Qur’an DT Peduli di Masjid Daarut Tauhiid, tahun ini saya kembali mendapat paket sembako Ramadan dari donatur DT Peduli.Alhamdulillah bisa makan enak di bulan ramadan,” ucapnya.
Keceriaan dan senyum indah terpancah dari wajah anak-anak Gaza. Mereka sangat senang sekali menerima paket bantuan tersebut.
Bantuan paket sembako dan iftar ini diberikan sebagai wujud kepedulian kepada sesama serta untuk meringankan penderitaan anak-anak Gaza yang hidup dalam blokade Zionis Israel.
DT Peduli merupakan lembaga nirlaba binaan KH. Abdullah Gymnastiar dan H. Abdurrahman Yuri yang bergerak di bidang pengelolaan dana zakat, infaq, sedekah dan wakaf.
Proyek bantuan ini didedikasikan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik darurat guna menjamin bahwa anak-anak Palestina yang belajar tercukupi kebutuhan pangannya.
Virus Corona telah menambah memperburuk krisis kemanusiaan di Tepi Barat dan Jalur Gaza, daerah yang sudah terpengaruh oleh pembatasan pergerakan sebelum wabah ini terjadi.
Di Gaza, blokade serta 3 perang dalam 12 tahun terakhir dan konflik internal telah melumpuhkan ekonomi lokal.
Lebih dari 80% populasi sekarang bergantung pada bantuan. Pergerakan orang masuk dan keluar dari Gaza sangat dibatasi. Warga Gaza terjebak dalam siklus kemiskinan, pengangguran, dan kerawanan pangan. Mereka memiliki akses yang sangat terbatas ke layanan dasar seperti air bersih, listrik dan perawatan medis, dan sedikit kesempatan pendidikan atau ekonomi. Mewabahnya virus corona semakin memperburuk kondisi kehidupan masyarakat Gaza dan mengikis daya beli mereka.
___
Info program bantuan Kemanusiaan, Kantor pusat NPC Jakarta. Call Center: 021-8778 8187. Hp/Wa: 0811 99 444 96(NPC).
Aktivitas Sosial Kemanusiaan: www.blog.npc.id/