Panas, Netanyahu dan Pemimpin Militer Israel Bersitegang Soal Perjanijan Tukar Tawanan dengan Hamas

Tel Aviv, NPC – Surat kabar Israel Eretz melaporkan bahwa pejabat tinggi pemerintah Israel menghadapi konflik internal. Sejumlah pejabat dalam tim negosiasi Israel mengungkapkan bahwa para pemimpin militer Israel menilai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tidak tertarik menyelesaikan kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas.

Dilansir Al-Jazeera, Jum’at (02/07/2024), seorang jurnalis Israel, Ben Caspit, juga mengungkapkan bahwa terjadi adu mulut antara Netanyahu dan pimpinan militer senior dalam sebuah pertemuan pekan lalu.

Pertemuan yang membahas kesepakatan pertukaran tahanan tersebut berlangsung pada hari Rabu dan dihadiri oleh Menteri Pertahanan Yoav Galant, Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala Mossad Didi Barnea, Kepala Shin Bet Ronen Bar, serta pejabat yang bertanggung jawab atas masalah tahanan di IDF.

Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin militer meminta Netanyahu untuk menyatakan secara jelas dan tegas apakah ia ingin menyelesaikan kesepakatan tersebut atau tidak, alih-alih membuat orang bingung dengan sikapnya yang tidak pasti.

Ben Caspit menyebutkan bahwa kesenjangan antara Netanyahu dan pemimpin militer tampak sangat dalam, bahkan terbesar dalam sejarah Israel.

Keluarga tawanan Israel yang masih terperangkap di Gaza pun turut memberikan tanggapan keras atas bocoran informasi yang menyebutkan upaya Netanyahu untuk mundur dari negosiasi pertukaran tahanan dengan Hamas.

Keluarga para tahanan Israel menyerukan kepada tim negosiasi dan milter untuk menginformasikan kepada publik tentang pihak-pihak yang menghalangi kesepakatan tersebut serta alasan-alasan di baliknya.

Mereka juga meminta masyarakat untuk bersatu menuntut negara agar menunaikan kewajiban untuk mengembalikan orang-orang yang diculik oleh Hamas.

Perkembangan ini menunjukkan perpecahan yang semakin memanas dalam pemerintahan Israel, terutama antara Netanyahu dan para pemimpin militer, serta tekanan yang semakin besar dari keluarga tahanan untuk menyelesaikan kesepakatan krusial ini.

(T.RS/S:Al Jazeera)

 

You might also like