Palestina Bantah Kebohongan Israel untuk Membenarkan Pembantaian

Gaza, NPC – Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza, pada Rabu (29/10/2025), menuduh tentara penjajah Israel menyebarkan narasi menyesatkan dengan memublikasikan nama dan foto sejumlah individu yang diklaim meninggal dunia di Gaza, padahal mereka masih hidup.

Dalam pernyataannya, Pemerintah Palestina menjelaskan bahwa daftar yang dipublikasikan Israel juga mencantumkan nama-nama orang yang syahid di tempat dan waktu yang sama sekali berbeda dari yang diumumkan. Hal ini menunjukkan bahwa publikasi daftar tersebut merupakan bagian dari kampanye disinformasi yang disengaja untuk membenarkan kejahatan dan mendiskreditkan para korban.

Daftar Israel Terbukti Tidak Akurat

Kantor Media Pemerintah membantah daftar yang diterbitkan oleh Israel yang memuat enam nama dan 21 foto, dengan klaim bahwa mereka merupakan korban yang meninggal dunia dalam agresi brutal 24 jam terakhir.

Menurut hasil penyelidikan, empat dari enam orang yang disebutkan ternyata masih hidup dan tidak berada di lokasi yang diserang.

“Beberapa nama digandakan dengan sedikit perubahan agar tampak seperti individu yang berbeda. Daftar itu juga mencakup nama orang-orang yang dibunuh di waktu dan tempat yang sama sekali berbeda, membuktikan bahwa publikasi ini merupakan bagian dari kampanye disinformasi yang disengaja untuk membenarkan kejahatan pendudukan dan mendemonisasi korban,” demikian pernyataan kantor tersebut.

Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza mengecam keras praktik kriminal sistematis yang menggabungkan disinformasi media dengan pembunuhan massal di lapangan. Lembaga ini menegaskan bahwa penjajah Israel dan negara-negara yang turut berkomplot dalam kejahatan genosida harus bertanggung jawab sepenuhnya atas berlanjutnya serangan berdarah terhadap Jalur Gaza.

Kantor Media Pemerintah Palestina di Gaza melaporkan bahwa hanya dalam 12 jam, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi (28-29/10), tentara penjajah Israel telah membunuh 109 penduduk Palestina, termasuk 52 anak, 23 perempuan, empat lansia, dan tujuh penyandang disabilitas.

Data itu, menurut Pemerintah Palestina di Gaza, menjadi bukti bahwa pembunuhan massal telah menjadi kebijakan yang disengaja, bukan sekadar insiden terpisah.

Pada Selasa (28/10), tantara penjajah Israel secara sengaja melanggar gencatan senjata dengan melancarkan serangan di seluruh wilayah Jalur Gaza, kemudian mengumumkan kembali pemberlakuan gencatan senjata pada Rabu pagi (29/10). Namun, meskipun pernyataan itu diumumkan kembali, serangan udara terus berlanjut, terutama di wilayah utara Gaza.

Dalam pernyataannya, Kantor Media Pemerintah Palestina menyerukan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, para penjamin dan mediator perjanjian gencatan senjata Gaza, serta Dewan Keamanan PBB untuk “menegakkan tanggung jawab hukum dan moral mereka dengan memaksa pendudukan Israel mematuhi kesepakatan gencatan senjata, segera menghentikan perang di Gaza, melindungi penduduk sipil, dan menghentikan kejahatan yang sedang berlangsung terhadap rakyat Palestina”.

Hingga Selasa malam (28/10), sumber medis melaporkan bahwa jumlah korban jiwa akibat agresi Israel yang berlangsung sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 68.531 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Jumlah korban luka mencapai 170.402 orang, sementara banyak korban masih tertimbun di bawah reruntuhan.

Tim ambulans dan pertahanan sipil menghadapi kesulitan besar untuk menjangkau lokasi-lokasi terdampak akibat pemboman yang terus berlangsung dan kerusakan parah pada infrastruktur.

(T.FJ/S: Al-Mayadeen)

 

You might also like